Breaking News:

UMKM di Kawasan Danau Toba Diharapkan Tak Surut di Tengah Pandemi Covid-19

Dekranasda akan tetap mendorong semua usaha kerajinan. Baik degan pengetahuan berbisnis secara digital.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ARJUNA
KETUA Bidang Usaha Wira Usaha Baru Dekranas, Endang Budi Karya Sumadi, membuka secara resmi pelatihan untuk UMKM di kwasan Danau Toba. 

TRI BUN-MEDAN.COM, TOBASA - Pegiat-pegiat UMKM dari delapan kabupaten yang mengitari Kawasan strategis pariwisata Danau Toba dihadirkan dalam rangka pelatihan di Nomadic Caldera Escave di Sibisa, Kamis (15/10/2020). Secara resmi kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung Endang Budi Karya Sumadi selaku Ketua Bidang Usaha Wira Usaha Baru Dekranas yang juga istri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

"Untuk para peserta pelatihan, agar nanti benar-benar memanfatkan pelatihan ini," kata Endang Sumadi.

Menurut Endang Budi Karya, sebagai destinasi super priorotas maka Danau Toba akan didorong infrastrukturnya.

Hal itu ditujukan meningkatkan kesejahteraan pegiat UMKM di Danau Toba yang tak kalah penting harus mendongkrak SDM.

Endang menegaskan, di tengah Pandemi Covid-19 ini wirausaha tidak bopeh melemah. "Di tengah pandemi ini wirausaha UMKM tidak boleh lemah," ujar Endang.

Dampak dari adanya segala perubahan, kata Endang Budi Karya Sumadi, Dekranasda akan tetap mendorong semua usaha kerajinan. Baik degan pengetahuan berbisnis secara digital, para pegiat UMKM juga dituntut perlu bersaing.

Saat ini Dekranasda menyusun rencana program di berbagai bidang. Baik manajemen usaha, bidang kemitraan, bidang humas dan promosi bahkan juga pendanaan.

Baca juga: Pertamina Salurkan Dana Permodalan Rp 11,9 Miliar untuk UMKM

Endang Budi Karya Sumadi mengaku kagum keindahan salah satu kerajinan dari Suku Batak yakni Kain Ulos. Bahkan, hasil kerajinan yang kaya akan nilai-nilai filosofi tersebut sudah layak mendunia.

"Ulos ini merupakan tradisi kehidupan masyarakat Batak, saya terkesan dengan keindahanya, motif dan warnanya natural, pasti setiap warna punya filosofi, ini harusnya sudah layak mendunia," puji Endang.

Endang berharap, ke depan para perajin terus meningkatkan inovasi dan kreasi. Sehingga produk yang dihasilkan juga semakin memiliki daya saing, baik di pasar lokal, nasional hingga pasar internasional.

Baca juga: Ulos Beka Buluh Berusia 80 Tahun Ini Dibanderol Rp 60 Juta, Dulunya Dipakai Menampung Air

Pelatihan wirausaha tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diprakarsai Ditjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Kegiatan ini menyasar para wirausaha baru di sekitar wilayah destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba.

"Kegiatan ini bertujuan mendorong pemasaran produk kerajinan dengan platform online, sehingga dapat memperluas pemasaran produk dan meningkatkan kualitas desain dan kemasan produk," terangnya.

Pelatihan wirausaha tersebut diikuti 56 orang perajin yang berasal dari Kepulauan Samosir dan sekitarnya, terutama perajin ulos dan pemahat patung. Pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari hingga 19 Oktober 2020.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi berharap usai kegiatan pelatihan tersebut dapat lahir wirausaha baru di Sumut, sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan menjadi kebanggaan Sumut. "Dengan harapan, usai pelatihan ini akan timbul wirausaha baru untuk menjadi kebanggaan Sumatera Utara," katanya. (jun/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved