Breaking News:

Keluhan Pasien Covid-19 Terbanyak Saat Ini Kehilangan Penciuman yang Disertai Demam

Seperti yang diketahui hampir semua provinsi atau kabupaten terkena kasus Covid-19 tepatnya ada 34 provinsi yang sudah memiliki kasus Covid-19.

HO
Perkembangan Covid-19 di Medan 

Keluhan Pasien Covid-19 Terbanyak Saat Ini Kehilangan Penciuman yang Disertai Demam

TRIBUN-MEDAN.com- Ketua Tim Covid-19 UMSU dr. Siti Masliana Siregar, menilai sejauh ini situasi Covid-19 yang muncul berdasarkan klaster-klaster baru dimana pasien memiliki gejala ringan atau tanpa gejala sudah dianggap biasa. 

 “Selama ini keluhan pasien yang datang padanya merupakan pasien Covid-19 tanpa bergejala yang selalu berkaitan dengan bagian hidung,” ujarnya Diskusi Media Forum Jurnalis Peduli Covid-19, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Kisah Nyata - Daripada Pusing Istri Relakan Suaminya ke Wanita Pelakor dengan Bayaran Rp 100 Juta

Ia menjelaskan, kasus terbanyak itu yakni hilangnya penciuman yang diikuti riwayat pasien demam. Nah, ketika di swab sekitar 50 persen hingga 70 persen itu konfirmasi positif Covid-19.

“Kendala saat ini, yakni di Indonesia sangat mahal pemeriksaan swab. Sehingga pasien yang ringan tadi enggan melakukan swab,” jelasnya.

Seperti yang diketahui hampir semua provinsi atau kabupaten terkena kasus Covid-19 tepatnya ada 34 provinsi yang sudah memiliki kasus Covid-19

“Indonesia bahkan menempati yang terbanyak kedua di Asia setelah India. Jadi saat ini yang perlu dipikirkan adalah resiko menularkan pada orang lain bagaimana ini bisa kita cegah," terangnya.

Baca juga: Bunga-bunga Asmara Ayu Ting Ting, Segera Menikah dengan Adit Jayusman, Tapi Berhati-hati Karena Ini

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di Medan. 

“Sekarang untuk sistem juga sudah berubah yang dulunya orang sakit saja yang pakai masker sekarang tidak, seluruh masyarakat wajib pakai masker. Sebanyak 41 puskesmas yang ada di Kota Medan juga telah digiatkan,” jelasnya.

Telah dibentuk tim gerak cepat untuk melakukan kegiatan melalui petugas-petugas yang terlatih. 

“Kita juga membeli rapid test, serta bekal logistik lainnya untuk puskesmas. Lokasi perkuburan untuk pasien yang meninggal karena Covid-19,” tuturnya.

Baca juga: TERUNGKAP Setelah Tewas MJ Diperkosa Lagi oleh Sang Paman, Kapolrestabes Beber Motif Pelaku

Saat ini Kota Medan membuat Peraturan Wali Kota No 27 guna menerapkan adaptasi kehidupan baru hal ini untuk meningkatkan kesehatan dan ekonomi dan melakukan edukasi prilaku hidup bersih dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air sabun serta menjaga jarak.

Head of Corporate Communication & Event Management PT AXA Mandiri Financial Services, Luile Sawitri menjelaskan, dalam masa pandemi ini setiap masyarakat jangan menanggung risiko sendiri, itulah makanya dibutuhkan asuransi. 

“Kami lebih dari sekadar memberikan perlindungan. Sebab berfokus pada asuransi jiwa dan kesehatan. Jadi, nasabah bisa menggunakan asuransi sebagai pengganti biaya perawatan kesehatan, UP meninggal dunia, atau persiapan keuangan jangka panjang," ungkapnya.

(*)

Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved