Breaking News:

Relaksasi Pajak Mobil Baru Nol Persen, Ini Tanggapan Mercedes-Benz

Di tengah pandemi Covid-19, sama seperti sektor usaha lain, sektor otomotif juga mengalami penurunan yang tajam.

Mercedes-Benz 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Di tengah pandemi Covid-19, sama seperti sektor usaha lain, sektor otomotif juga mengalami penurunan yang tajam.

Hal ini diungkapkan Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, Jumat (16/10/2020).

"Secara total penjualan kami mengalami penurunan dibanding tahun lalu, tetapi kabar baiknya tren penjualan kami dari bulan April hingga September terus menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan dan kami berharap tren positif tersebut dapat terus berlangsung kedepannya," ujarnya.

Terkait relaksasi pajak mobil baru sebesar nol persen, kata Kariyanto, pada prinsipnya, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia menyambut baik usulan kebijakan relaksasi pajak karena relaksasi pajak akan memberikan multiplier effect terhadap seluruh sektor pendukung industri otomotif.

Terutama di tengah kondisi yang berat saat ini, jika penjualan mobil meningkat maka kegiatan produksi bergulir kembali, dan semua rantai supply juga akan ikut menikmati. Sehingga, kebijakan ini dapat menggerakkan roda ekonomi dan kondisi pasar.

"Satu hal yang perlu ditekankan adalah kebijakan ini bukanlah sebuah permintaan support berupa suntikan atau bantuan dana dari Agen tunggal pemegang merek (ATPM) kepada pemerintah, akan tetapi support berupa keringanan pajak dan hanyalah bersifat sementara untuk membangkitkan volume penjualan sampai kondisi industri otomotif pulih kembali. Dan bisa jadi pengurangan pajak yang diterima oleh pemerintah bisa terkompensasi dengan kenaikan volume yang terjadi karena relaksasi pajak ini," jelasnya.

Ketika Tribunmedan.com menanyakan apakah kebijakan tersebut dapat menguntungkan atau merugikan, Kariyanto mengatakan hal ini bukan mengenai untung rugi, akan tetapi lebih berbicara mengenai langkah-langkah yang dapat membantu pemulihan pasar otomotif.

"Relaksasi pajak akan memberikan multiplier effect terhadap seluruh sektor pendukung industri otomotif, terutama di tengah kondisi yang berat saat ini. Jika penjualan mobil meningkat maka kegiatan produksi bergulir kembali, dan semua rantai supply juga akan ikut menikmati," ungkapnya.

Ia yakin dengan adanya relaksasi pajak, pasar otomotif akan tumbuh dengan lebih cepat dibanding pertumbuhan yang terjadi selama tiga bulan terakhir.

"Harapan kami pemerintah segera memberikan keputusan atas hal ini, apapun itu jawabannya karena saat ini pasar sedang wait-and-see akibat adanya wacana relaksasi pajak tersebut sehingga banyak konsumen yang menunda pembeliannya dan hal itu justru menjadikan kondisi pasar semakin berat," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved