Breaking News:

Warga Sibingke Mengeluh Rumahnya Rusak Gara-gara Pelebaran Jalan, Sekdes Membantah

Sejumlah rumah warga di Sibingke Kacamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara rusak akibat pelebaran jalan

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Sejumlah rumah warga di Sibingke Kacamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara rusak akibat pelebaran jalan yang dikerjakan dengan menggunakan anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara seperti terlihat Jumat (16/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, PANGARIBUAN - Sejumlah rumah warga di Sibingke Kacamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara rusak akibat pelebaran jalan yang dikerjakan dengan menggunakan anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara.

Eben Ezer Pakpahan, satu dari warga terdampak yang rumahnya rusak, mengeluhkan kondisi tersebut.

"Pembangunan seharusnya membuat lebih baik, bukan malah merugikan warga dan ini membuat kami tidak nyaman. Kami tidak mau pembangunan diatasnamakan melakukan pengrusakan," ujar Eben, Jumat (16/10/2020).

Sejauh ini rumah-rumah sepanjang Jalan Lintas Alternatif Pangaribuan-Sipirok di Desa Sibingke rusak.

Dalam pengerjaan pelebaran jalan tersebut, tampak rumah-rumah dihantam alat berat jenis buldozer.

Menurut Eben, pengerjaan ini mulai dilakukan pada hari Selasa (14/10/2020).

Sayangnya, pada pengerjaan ini belum ada pertemuan, baik sosialisasi apalagi sampai membahas ganti rugi yang dilakukan pemerintah, maupun kontraktor.

"Pengerjaan yang berujung pengrusakan dilakukan seenaknya saja tanpa ada sosialisasi. Jangankan ganti rugi, pemberitahuan pun tidak ada," keluh Eben.

Sekdes Sibingke, Roy Chandra Pakpahan dikonfirmasi Tribun Medan mngklaim tidak ada masalah dengan adanya pelebaran jalan tersebut. Bahkan, menurut Roy Chandra tidak ada rumah warga yang rusak.

"Sudah sosialisasi semalam, dan tidak ada rumah yang rusak," sebut Sekdes Roy Chandra.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved