Penanganan Covid

Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi, Perlu Penerapan dan Kesadaran Disiplin Protokol Kesehatan

Ia mengatakan bahwa perputaran ekonomi tetap bisa dilakukan dengan menerapkan social distancing dan disiplin protokol kesehatan yang konsisten.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test COVID-19 di Pasar Melati, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi covid-19 menjadi dilema karena harus diseimbangkan dengan pencegahan penyebaran covid-19.

Selama penegakan disiplin protokol kesehatan di tempat-tempat hiburan oleh aparat keamanan, tak jarang pelaku usaha mendapatkan sanksi karena tidak menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

Pengamat Ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin mengatakan bahwa jika peningkatan pertumbuhan ekonomi dilakukan maka resiko penyebaran kasus covid-19 akan semakin meningkat begitu pula sebaliknya.

"Saat ekonomi dibiarkan tetap berputar, maka jumlah kasus Covid-19 bertambah. Namun saat pemerintah melakukan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, maka ekonomi akan terpuruk," ujarnya.

Benjamin menilai, jika penerapan sejenis Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB dilakukan akan berdampak sangat besar bagi penurunan ekonomi.

"Daya beli masyarakat akan turun, dan bisa memicu dampak dari ekonomi yang paling buruk yakni kelaparan dan masalah kemanusiaan," tuturnya.

Benjamin menilai, tidak sedikit masyarakat yang masih kurang sadar untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, hal ini dikarenakan ketidakpercayaan terhadap virus corona.

"Masih banyak masyarakat kita yang menilai bahwa virus Corona  itu tidak ada. Dan bagi mereka yang pernah reaktif atau positif, juga kerap memberikan narasi yang menyepelekan. Mereka menilai bahwa virus ini tidak berdampak serius terhadap kesehatan manusia, meskipun mereka pernah reaktif atau positif terinfeksi," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa perputaran ekonomi tetap bisa dilakukan dengan menerapkan social distancing dan disiplin protokol kesehatan yang konsisten.

"Perlu aturan yang jelas dan sanksi yang tegas bagi pelanggar. Karena kalau tidak, protokol kesehatan hanya sebatas slogan yang tidak menimbulkan efek apapun bagi masyarakat. Karena disaat kita tidak patuh terhadap protokol kesehatan, maka bukan hanya masalah kesehatan yang dikuatirkan. Tetapi kemungkinan dampak buruk ekonomi yang ditimbulkan bisa menggiring kita dalam resesi yang berkepanjangan atau disebut dengan depresi," tuturnya.

Ia menuturkan bahwa mematuhi Protokol kesehatan harus dilakukan demi keberlangsungan ekonomi jangka panjang.

"Ekonomi memang bisa diputar dengan memberlakukan social distancing, khususnya bagi sejumlah pelaku usaha yang banyak dikunjungi oleh masyarakat," jelasnya.

Bersama-kita lawan virus corona.

Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Medan mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga jarak

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved