Breaking News:

Pjs Wali Kota Medan Minta Pelaksanaan Pilkada Tidak Dijadikan Ajang Saling Menjatuhkan

Jangan sampai momen Pilkada ini malah dijadikan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan satu sama lain melalui propaganda murahan dan kampanye hitam.

Dok. Humas Pemkot Medan
Pjs Wali Kota Medan saat menghadiri acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap di Tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, di Halaman Taman Tjong Yong Hian, Jalan Kejaksaan Nomor 36 ,Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (17/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho berpesan, agar momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 nanti tidak dijadikan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan satu sama lain.

“Jangan sampai momen Pilkada ini malah dijadikan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan satu sama lain melalui propaganda murahan dan kampanye hitam,” kata Arief, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Medan terima, Senin (19/10/2020).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap di Tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, di Halaman Taman Tjong Yong Hian, Jalan Kejaksaan Nomor 36 ,Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (17/10/2020).

“Kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS saat ini juga merupakan salah satu cara yang ditempuh KPU Medan dalam menyiasati momen Pilkada di masa Pandemi Covid-19,” ujar Arief.

Dalam sambutannya, Arief turut mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang menentukan Kota Medan untuk periode lima tahun ke depan.

“Pasalnya, kita akan melihat para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota saling beradu visi dan misi untuk menarik perhatian warga Kota Medan,” kata Arief.

Arief menjelaskan, alasan para pasangan calon (paslon) ingin memimpin Medan karena kota ini tidak hanya sebagai ibu kota provinsi dengan wilayah yang luas. Namun, juga menjadi daerah dengan jumlah penduduk kota ketiga terbanyak di Indonesia.

Hal inilah yang membuat Kota Medan menjadi salah satu ibu kota provinsi yang sangat menarik untuk dipimpin.

“Apalagi dengan karakter multikultural masyarakatnya yang terkenal tegas dan lugas. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin untuk mampu mengambil langkah strategis guna mencuri hati warga Kota Medan,” imbuh Arief.

Untuk itu, Arief berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Medan, siapapun yang nantinya dipercaya terpilih memimpin harus mampu menjadi sosok pemersatu masyarakat Kota Medan yang multikultural ini.

Halaman
123
Penulis: Dwi Nur Hayati
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved