Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menyelisik Mandi Balimo-limo Sebagai Tradisi di Sumut

Dengan artian Living Hadis merupakan akulturasi maupun asimilasi antara doktrin ajaran Islam dan beberapa budaya lokal.

Antara.com
Upacara Mandi Balimau saat menjelang Ramadan di Provinsi Riau, Senin 19 Oktober 2020. 

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Banyak lahir tradisi-tradisi etnis ataupun kebuayaan yang berkembang di Sumatra dan Sumatra Utara.

Satu di antaranya Mandi Balimo-limo yang merupakan sebuah tradisi upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Medan dan masih dilestarikan hingga kini.

Mandi Balimo-limo atau ada juga yang menyebutnya mandi Limau atau Mandi Balimau merupakan sebuah prosesi mandi yang dilakukan dengan cara mengguyur badan dengan air campuran rempah-rempah, Senin (19/10/2020).

Dilangsir dari jurnal yang diterbitkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bahwa tradisi Mandi Balimau lahir dari suatu proses dari sebuah Living Hadis.

Dengan artian Living Hadis merupakan akulturasi maupun asimilasi antara doktrin ajaran Islam dan beberapa budaya lokal.

Proses tersebut kemudian menghasilkan sebuah tradisi yang dikenal dengan living tradisi atau jika yang khusus didasarkan pada hadis, disebut dengan living hadis.

Salah satu fenomenaliving hadis adalah tradisi Mandi Balimau yang ada di masyarakat Kuntu.

Tradisi ini dikategorikan sebagai fenomena living hadis karena dua indikasi. 

Pertama, tujuan awal diadakannya tradisi ini untuk dakwah Islam. Kedua, tradisi ini oleh masyrakat Kuntu dianggap landasannya berasal dari hadis Nabi.

Mandi Balimau sebagai fenomena living hadis bisa dijadikan sebagai salah satu bukti sejarah tentang islamisasi awal yang ada di Nusantara secara umum dan di Riau secara khusus.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved