Breaking News:

Update Covid19 Sumut 20 Oktober 2020

Jasad Bayi Dibawa Paksa Ortunya dari RSUD Kisaran, Merasa Ditelantarkan, Didiagnosa Reaktif Covid-19

Mahyudi dan istrinya, nekat membawa jasad anaknya, YS (7 bulan) dari RSUD H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Selasa (20/10/2020) pukul 11

Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Keluarga bayi berusia 7 bulan, menggendong jasad YS dari RSUD HAMS Kisaran untuk dibawa pulang, Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga menuding pihak rumah sakit menelantarkan jasad YS yang telah meninggal sejak pukul 05.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Mahyudi (28) dan istrinya, Erawati (25) warga Jalan Budi Utomo, Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan nekat membawa jasad anaknya, YS (7 bulan) dari RSUD H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 11.00 WIB..

Alasan ortu YS melakukan hal itu lantaran merasa jasad anaknya ditelantarkan hingga berjam-jam lamanya.

Usai YS dinyatakan meninggal dunia pukul 05.30 WIB pagi tadi, sang bayi itu tak kunjung mendapat penanganan dari pihak rumah sakit.

Paman YS, Hermansyah Manurung menyebutkan, pihak keluarga kecewa dengan pelayanan RSUD HAMS Kisaran yang terkesan lambat mengurusi jenazah keponakannya tersebut agar dapat dibawa pulang oleh untuk selanjutnya dilakukan pemakaman.

"Setelah meninggal, aku ke situ jam 8, datang. Mau dibawa pulang nggak bisa, mayatnya nggak dikasih. Pihak yang mau bawa, katanya harus koordinasi dengan dokter pelayanan. Dokter pelayanan kuhubungi nggak bisa. Satu jam kemudian baru datang," ungkap Hermansyah, Selasa.

Di samping itu, ia pun menilai bahwa pihak RSUD HAMS Kisaran terkesan memaksakan keponakannya yang sempat menjalani perawatan pasca akhirnya dinyatakan reaktif covid-19.

Menurut Hermansyah, sebelum dinyatakan reaktif, keponakannya hanya menderita demam dan diare.

Sepengetahuan dirinya, tim medis pun hanya sekali melakukan rapid test terhadap YS tanpa adanya uji swab.

"Lagian setiap orang sakit, pasti reaktif, karena antibodi di darah itu, kalau dilakukan rapid test. Saya tanya udah berapa kali rapid test, tak bisa dijelaskan pihak rumah sakit," jelasnya.

Baca juga: Disebut Telantarkan Jasad Bayi Berusia 7 Bulan, Ini Jawaban RSUD HAMS Kisaran

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved