Breaking News:

Youtap Mudahkan Pencatatan dan Transaksi Pelaku Usaha

Pada pandemi Covid-19 ini, teknologi menjadi semakin relevan untuk dimanfaatkan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

TRIBUN MEDAN/Septrina Ayu Simanjorang
Webinar Tips & Trik UMKM di Masa Pandemi, Senin (19/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pada pandemi Covid-19 ini, teknologi menjadi semakin relevan untuk dimanfaatkan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Teknologi bisa membantu masyarakat menyelesaikan kendala yang dihadapi pelaku UMKM selama ini terutama dalam pencatatan dan transaksi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov SUMUT Ridho Haykal Amal mengatakan pencatatan penjualan UMKM selama ini belum tersusun dengan baik. Hal ini membuat pelaku UMKM susah menggambarkan produknya dari sisi laba usaha dan jenis pemasaran produk yang pas untuk usahanya.

"Kami melihat selama masa pandemi ini yang sangat berdampak adalah manajemen usaha dari para pelaku UKM. Hal ini ditandai dengan tidak tersusunnya tata cara pelaporan dan keuntungan dari para pelaku UKM. Ini perlu menjadi masukan bagi kita bersama, kita perlu alih usaha dengan teknologi dalam memasarkan produk dan menghitung keuntungan agar pelaku UMKM tidak ambruk saat pandemi ini," kata Haykal dalam Webinar Tips & Trik UMKM di Masa Pandemi, Senin (19/10/2020).

Group Head of Micro & Ecosystem Youtap Indonesia Edwin Perdanaputra mengatakan, sebelum pandemi sebenarnya aktivitas usaha pelaku UMKM sudah mengarah ke digitalisasi. Namun setelah adanya pandemi Covid-19, teknologi menjadi semakin relevan bagi pelaku UMKM dalam menjalankan usaha. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah Aplikasi Dagang Youtap.

Pada kondisi Covid-19 ini menurut Edwin, banyak para pelaku UMKM bermunculan dan menjalankan usahanya. Youtap mencoba membantu mereka dengan aplikasi dagang yang simpel. Dimana salah satu fiturnya adalah pencatatan harian dan penerimaan transaksi non tunai melalui sistem pembayaran via QRIS.

"Dengan Youtap, transaksi menjadi lebih simpel. Dimana dulu pelaku UMKM harus punya beberapa rekening atau mungkin customer batal bertransaksi karena rekeningnya berbeda dengan penjual, sekarang dengan Youtap, mereka bisa membagikan QR nya melalui WhatsApp kepada teman-temannya. Jadi begitu order, bisa langsung bayar dari rumah masing-masing. Ini juga membantu pelaku usaha UMKM memperluas jaringan dagangnya. Yang dulunya harus menunggu orang datang ke rumah sekarang bisa dari mana saja," katanya.

Masalah lainnya adalah pencatatan. Hal ini bukan hanya menjadi kendala bagi pelaku UMKM. Dikatakannya masih banyak juga usaha besar yang terkendala dalam pencatatan penjualan ini.

"Mungkin karena sudah bekerja seharian, sehingga saat malam sudah capek dan kalau dagang biasanya malam adalah saatnya untuk persiapan produksi. Jadi antara pilihan bikin laporan pencatatan atau produksi, kebanyakan akan pilih produksi, laporannya besok, besok akhirnya lupa," jelasnya

Youtap membuat pelaku usaha tidak lupa melakukan pencatatan karena setiap hari transaksi akan tercatat dengan otomatis. Bukan hanya itu, pada hari berikutnya pelaku usaha selalu menerima laporan via WhatsApp. Selain itu, data pencatatan tak perlu dipindahkan ke komputer dan diolah dengan Excel karena hal ini sudah ada di aplikasi.

"Youtap kan memang slogannya adalah aplikasi teman dagang. Teman dagang ini mencakup semuanya baik pelaku usaha rumahan hingga waralaba atau franchise. Salah satu kelebihan Youtap khususnya untuk pelaku usaha franchise, di cabang manapun customer melakukan transaksi, laporannya semua menjadi satu. Jadi apabila dia punya lima tempat usaha, di akhir hari laporannya semua menjadi satu," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved