Breaking News:

Petani di Binjai Didorong Memproduksi Padi dengan Pupuk Organik, Lebih Sehat dan Ekonomis

Program perbaikan kualitas produksi padi dilakukan dengan mempertimbangkan nilai ekonomis. Petani didorong agar mampu menjual beras, bukan gabah.

TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Dinas Pertanian Binjai melakukan panen raya padi di Kecamatan Binjai Timur. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Dinas Pertanian Kota Binjai terus berupaya memperbaiki produksi beras bersama para petani padi.

Saat ini fokusnya adalah menyuluh para petani agar lebih mengutamakan memakai pupuk organik dibanding pupuk kimia pepstisida.

Kabid Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian Binjai, Syofan Pasaribu menjelaskan program perbaikan kualitas produksi padi dilakukan dengan mempertimbangkan nilai ekonomis. Petani didorong agar mampu menjual beras, bukan gabah.

"Untuk petani padi sebagai produksi pada umumnya di sejumlah daerah, fokus kami agar menyuluhkan pemakai pupuk organik dibanding pupuk kimia. Karena selain lebih ekonomis, kualitasnya juga baik. Dan beras yang dihasilkan bisa mereka jual, mereka tidak jual gabah lagi," katanya, Senin (19/10/2020).

Saat ini untuk Kota Binjai jumlah lahan yang ditanami padi luas sawah 1.208 hektare. Lokasinya berada terpisah dan tersebar di antara lima kecamatan se-Kota Binjai.

Dia menilai selama ini pemakaian pupuk kimia lebih dipakai karena lebih simple dan tidak membutuhkan proses pengolahan lama seperti pupuk organik yang harus dilakukan permentasi.

Namun, saban tahun Dinas Pertanian bersama petani sudah mulai beralih memakai pupuk organik setelah merasakan dampak positifnya.

"Pelan-pelan petani kita di Kota Binjai sudah mulai sadar manfaat pupuk organik. Dari segi ekonomis lebih menguntungkan dan dari segi dampak ke tanah pupuk organik lebih baik. Pupuk organik jadi lembut tanah dibuatnya berbeda dengan pupuk kimia tanah jadi keras," jelasnya.

Baca juga: Tim Pengabdian Masyarakat USU Lakukan Penguatan Kelembagaan Petani Kopi Gabe di Desa Horsik

Diketahui, Pemerintah Kota Binjai mengajak kelompok tani untuk menghasilkan pangan yang berkualitas, terutama untuk ketahanan pangan di massa pandemi Covid-19. Ke depannya, Pemerintah Kota Binjai akan terus memberdayakan lahan-lahan yang bisa digunakan untuk produksi.

"Semoga petani tidak hanya menjual padi saja. Mereka juga bisa menjual beras organik yang langsung siap diantar. Mereka bisa punya kilang sendiri dan produk sendiri untuk dipasarkan, bukan dijual ke tengkulak," harap Syopan Pasaribu.

Sebelumnya, Kota Binjai sempat punya menghasilkan dan memasarkan Beras Binjai sebagai produk unggulan.

Beras yang dipanen dihasilkan lebih cepat, rasanya enak dan pulen yakni hasil ujicoba varitas padi sidenuk, bisa hasilkan 9-11 ton per hektare.

"Dulu Binjai pernah produk Beras Binjai hasil varitas padi sidenuk. Dari sini lah Beras Binjai, rasanya enak dan pulen. Namun saat ini sudah tidak ada lagi, karena kerja sama dengan pihak swasta terkait ada kendala. Perusahaannya tutup, kami kurang tahu kenapa," jelasnya. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved