Puluhan Saluran Drainase Menganga di Pinggir Jalan, Bikin Pengendara Merasa Ngeri

Saluran drainase yang terbuka tersebut berada persis di samping jalan raya tanpa dibatasi atau diberi tanda apapun.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/GITA
PULUHAN Sal Drainase dibiarkan menganga di sepanjang Jalan Guru Parimpus 103, Medan, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan saluran drainase dibiarkan menganga di sepanjang Jalan Guru Parimpus 103, Medan.
Pantauan tribunmedan.com, Kamis (22/10/2020), saluran drainase yang terbuka tersebut berada persis di samping jalan raya tanpa dibatasi atau diberi tanda apapun.

Akibatnya lubang tersebut pun tampak dipenuhi oleh sampah botol plastik dan rumput liar.

Setidaknya terdapat 10 saluran drainase yang dibiarkan terbuka dengan panjang dan lebar yang berbeda-beda di lokasi tersebut.

Bahkan ada lubang yang diperkirakan sepanjang dua meter.

Saluran drainase yang terbuka tersebut pun langsung terhubung dengan parit di bawahnya, namun belum diketahui seberapa dalam parit tersebut.

Menurut seorang pengendara yang dijumpai di lokasi, M. Zubeir Sipahutar mengatakan hal tersebut sudah cukup lama ia lihat, ia pribadi mengaku ngeri apabila berkendara di sebelah jalan tersebut.

Baca juga: Drainase Abdul Manaf Alami Pendangkalan, Akhyar Minta Dinas PU Lakukan Pengerukkan

"Ini kan enggak ada pembatasnya, udah kayak menyatu dengan jalan raya ini, jadi agak seram juga karena bisa aja orang terperosok ke bawah," katanya.

Apalagi kata Zubeir jika menjelang sore hari, jalanan tersebut kerap macet dan tidak jarang antarkendaraan saling salip. Meski demikian dirinya juga mengaku belum pernah melihat ada orang yang terperosok ke lubang tersebut.

"Ya memang kondisinya sungguh mengkhawatirkan, bisa membahayakan bagi pengguna jalan dan pengendara. Apalagi jalan itu sering macet, padat, sehingga badan jalan yang dipakai itu cuma sedikit," ucapnya.

Zubeir berharap agar lubang-lubang tersebut dapat ditutupi atau setidaknya diberi tanda maupun pembatas, sehingga masyarakat ataupun pengendara yang berlalu lalang di sana dapat berhati-hati.

"Yang paling bahaya saat hujan, kondisi pandangan bisa kabur dan berkurang, harapannya ini ditutup lah lubang-lubangnya. Karena ukurannya lebar-lebar, jangankan motor, kalau silap mobil pun bisa terperosok," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Medan, Zulfansyah Ali Saputra mengatakan sal drainase tersebut biasanya ditutup masyarakat sekitar.

Baca juga: Seorang Pemuda Hilang Terseret Banjir Arus Drainase, Hujan Deras Mengguyur Kota Medan

"Ya sebenarnya itu bukan lubang, tapi sal drainase terbuka. Kita tidak menutup sal drainase, biasanya masyarakat yang berada di sekitar yang menutupnya sendiri," ucapnya

Ia mengatakan, penutupan sal drainase bukan kewajiban dinas PU. Meski demikian katanya tidak menutup kemungkinan pihaknya melakukan penutupan apabila sudah ada perencanaan sebelumnya.

"Ya bukan, kalo pun ada saluran drainase yang akan kita tutup dengan coverslab tentunya sudah direncanakan, dan bukan di semua titik, tapi ada penutupan coverslab di beberapa titik, dan tentunya ada alasannya," pungkasnya.(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved