Breaking News:

Warga Kebun Lada Binjai Desak Camat Tolak Pendirian Pabrik Plastik

Warga menolak karena sudah 30 tahun merintis usaha pembibitan. Niat warga untuk menciptakan kawasan penghijauan sudah berjalan turun temurun.

TRIBUN MEDAN/HO
PULUHAN warga Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada yang menolak pendirian PT Primadaya Plastisindo audiensi bersama Camat Binjai Utara, Adri Rivanto di aula kantor Camat Binjai Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Gelombang protes terkait rencana pendirian pabrik plastik PT Primadaya Plastisindo tetap teguh ditunjukan warga Kebun Lada Binjai.

Kali ini warga menyuarakan protes saat perangkat Kecamatan Binjai Utara menggelar mediasi dengan warga Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada, Kamis (21/10).

Warga bersikeras menolak karena khawatir keberadaan pabrik PT Primadaya Plastisindo dapat mengganggu aktifitas pembibitan yang selama ini jadi mata pencaharian mereka.

Warga juga khawatir akan mengganggu sumber mata pencaharian mereka selama ini.

"Kami tetap tidak terima pendirian pabrik. Kami terganggu. Mengapa dipilih daerah kami yang bukan wilayah pabrik. Kami khawatir, pabrik mengganggu penghasilan kami sebagai petani pembibitan yang sangat bergantung dengan kondisi alam," kata warga Khairul Amri.

Khairul juga cemas dan menduga jika ada satu pabrik maka akan berlanjut rencana pendirian pabrik lainnya.

Dengan tegas dia menyebut RTRW (rencana tata ruang wilayah) daerah yang jadi konflik bukan kawasan industri.

Baca juga: Massa AKBAR Sumut Masih Tetap Sampaikan Aspirasi Penolakan Undang-Undang Omnibus Law

Ilham, warga Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada menyampaikan pembibitan dan area hijau yang telah mereka lestarikan selama ini pasti terdampak buruk industrialisasi. Dia memohon, sedikit mendesak ke Camat agar tegas mendengarkan apa mau masyarakat setempat.

"Tolonglah Pak Camat tolak ini. Karena kami semua bekerja dengan bibit. Kami selama ini sudah menjaga daerah kami tetap asri, kami tidak mau tercemar pabrik," kata dia.

Lanjut Ilham, warga kompak menolak karena sudah 30 tahun merintis usaha pembibitan. Niat warga untuk menciptakan kawasan penghijauan sudah berjalan turun temurun.

"Jangan gara-gara berdirinya pabrik ini, semua yang kami rintis jadi berakhir. Kami sudah 30 tahun menghijaukan kawasan kami," tegasnya

Camat Binjai Utara, Adri Rivanto mengatakan, pendirian pabrik ini masih tahap proses administrasi Pemerintah Kota Binjai.

Dijelaskannya pihak PT Primadaya Plastisindo sudah mengajukan sejumlah dokumen agar izin usahanya diporses.

Baca juga: VIRAL Wanita Minum Air Toilet Demi Buktikan Dedikasi Kepada Bos Perusahaan

"Dokumen izinnnya sudah lama diproses. Cuma terkendala pandemi Covid-19. Dokumen ya itu seperti nota kesepahaman dengan pemko, Perwal 21 Tahun 2020 dan bukti izin dari warga, hingga penolakan pun terjadi," kata Adri.

"Hasil dari pertemuan warga juga ingin audiensi dengan Pemko Binjai untuk meminta jaminan. Apakah pabrik itu berdampak dengan lingkungan atau tidak. Untuk itu kami akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, PU, maupun Perkim," jelas Adri.

Terkait Perwal 21 Tahun 2020, Adri menambahkan, bahwa perwal itu mengatur tentang tata ruang. Di mana pabrik yang akan berdiri diberikan disinsentif atau dibebankan pajak yang besar dan tidak mendapat fasilitas dari pemerintah. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved