Earth Hour Medan Gelar Talkshow dan Demo Masak, Edukasi Warga Hadapi Pandemi Lewat Rempah Nusantara

Tambahnya, Felix mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan sekitar dengan baik.

Kartika / Tribun Medan
Peserta saat mengikuti kompetisi masak dalam acara Memasak ala Dapur Rumahan oleh Earth Hour Medan di Hotel Deli River, Jumat (23/10/2020). 

Earth Hour Medan Gelar Talkshow dan Demo Masak, Edukasi Warga Medan Hadapi Pandemi Lewat Rempah Nusantara

Tribun-Medan.com, Medan - Pandemi Covid-19 membuat perekonomian turut terguncang. Disini, masyarakat diuji untuk dapat bertahan dengan kondisi yang terbatas.

Berangkat dari permasalahan tersebut sekaligus peringati Hari Pangan Sedunia, Earth Hour Medan yang didukung World Wide Fund for Nature menggelar talkshow dan demo memasak dengan rempah Nusantara di Hotel Deli River, Jumat (23/10/2020).

Ketua Panitia, Felix Rimba mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi untuk menjawab ketahanan pangan di tengah pandemi saat ini dengan kritis mengolah bahan rempah-rempah.

"Kita mengangkat isu di tengah pandemi saat ini dari ketahanan pangan lokal karena dapat menjadi solusi dengan menggunakan bahan-bahan pangan lokal, seperti tadi kita memanfaatkan cabe dan sebagainya.

Jadi disini kita mengedukasi untuk mulai menggunakan bahan pangan lokal dengan meminimalisir bahan impor," ungkap Felix kepada Tribun Medan.

Dalam demo masak ini, Chef Muhammad Tirta memasak anyang pakis khas Melayu tanpa ada menggunakan MSG atau micin.

Felix menuturkan jika semua penggunaan bahan dalam demo masak berasal dari rempah Nusantara yang mampu menyeimbangkan rasa.

"Jadi kami disini mengganti penyedap untuk memasak anyang pakis menggunakan rempah-rempah asli jus antar. Jadi disini kami menggunakan irisan cabe merah, bawang putih, ada udang segar. Tak lupa pula kami menggunakan gula pasir, garam, dan jahe yang dicincang halus, ini semua alami," jelasnya.

Selain demo masak, Earth Hour Medan juga turut menggelar talkshow bertajuk mengulik rempah nusantara dengan beragam narasumber mulai dari bidang kuliner hingga komunitas yang giat melakukan kegiatan peduli lingkungan.

Adapun diantaranya Victoria Elisabeth Hulu selaku analis Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Zainab Yusuf dari Bang Sampah Sicanang, Tengku Adhe Railani selaku Sejarawan Melayu Deli, Abdul Manan selaku produsen Sagu Sungai Tohor, Jusupta Tarigan selaku NTFP-EP.

Kemudian aktivitis lingkungan muda juga meramaikan talkshow ini diantaranya Roderick Taufan Jan Buiskool sebagai aktivis dan Muhammad tirta selaku food influencer, dan para aktivitis Earth Hour Medan.

Tambahnya, Felix mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan sekitar dengan baik.

"Disini kita ingin menjawab ke masyarakat bahwa mereka bisa menggunakan bahan-bahan makanan di sekitar kita. Seperti jahe kita harus bisa memanfaatkannya. Jadi memang kita harus jadi petani kritis dan jangan jadi konsumen yang berlebihan," ucap Felix.

Puluhan peserta turut antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari demo masak hingga talkshow, diantaranya ada Dika, mahasiswa yang turut ikut dalam acara tersebut.

"Seru acaranya, dari sini juga kita bisa tahu gimana mengolah bahan-bahan yang dekat dengan kita menjadi sebuah makanan. Terus juga edukasi mengenai junkfood. Semoga bisa bermanfaat juga untuk masyarakat jika bahan-bahan lokal juga bisa dimanfaatkan dengan enak," pungkas Dika.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved