Breaking News:

Penggiat Koperasi dan Pelaku UMKM Ikut Sosialisasi Perwal Nomor 27/2020

Para penggiat koperasi dan pelaku UMKM diharapkan menjadikan Perwal Nomor 27/2020 sebagai panduan dalam beroperasi.

DOK. Humas Pemerintah Kota Medan
Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 27/2020, di Gedung PKK Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Para penggiat koperasi dan pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Kota Medan, mengikuti Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 27/2020, di Gedung PKK Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (22/10/2020). 

Hal tersebut bertujuan agar para penggiat koperasi dan pelaku UMKM menjadikan Perwal Nomor 27/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada Kondisi Pandemi Covid-19 sebagai panduan. 

Dengan begitu, dunia usaha dapat tetap beroperasi dan menumbuhkan perekonomian tanpa memunculkan klaster baru.

Adapun narasumber pada acara tersebut antara lain Kepala Satpol PP Kota Medan HM. Sofyan diwakili Sekretaris Rakhmat Adi Syahputra Harahap, serta Kepala Seksi (Kasi) Keanggotaan dan Penerapan Peraturan Dinas Koperasi dan UMKM Anwar Syarif.

“Kami tidak melarang penggiat koperasi dan pelaku UMKM untuk berusaha, tapi mari laksanakan protokol kesehatan sebaik-baiknya sehingga roda perekonomian tetap bergeliat di tengah  pandemi Covid-19,” kata Rakhmat, seperti dalam keterangan tertulisnya. 

Mantan Camat Medan Petisah itu menambahkan, Satpol PP sebagai aparatur penegakan peraturan terutama perda dan perwal, tidak menoleransi pelaku usaha yang tidak menaati aturan.

“Sudah ada 3.000 kartu tanda penduduk (KTP) warga yang kami tahan karena kedapatan tidak memakai masker. KTP itu kami tahan selama tiga hari, setelah itu warga bisa mengambilnya di Kantor Satpol PP, Jalan Arif Lubis Medan,” kata Rakhmat.

Rakhmat menekankan, hal tersebut berlaku juga bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Medan.

Maka dari itu, pihaknya telah mendatangi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan  Pemkot Medan guna memastikan pemakaian masker, ketersediaan wastafel cuci tangan dan handsanitizer, serta penerapan social distancing dan pengecekan suhu.

“Intinya tidak hanya masyarakat dan pelaku usaha saja yang kami razia, tapi juga seluruh ASN di lingkungan Pemkot Medan!” tegasnya.

Sementara itu, Syarif mengatakan, pihaknya berharap seluruh penggiat koperasi maupun pelaku UMKM melakukan aktivitas dan kegiatan usahanya sesuai protokol kesehatan yang ada di dalam Perwal Nomor 27/2020.

Terkait pembinaan maupun pemasaran produk, Syarif menjelaskan, Dinas Koperasi dan UMKM melakukan inovasi digital atau media online.

“Apalagi saat ini kita sedang  menuju revolusi  industri 4.0 yang mendorong  perubahan strategi pemasaran ke online dan digital,” kata Syarif.

Penulis: Inadha Rahma Nidya
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved