Breaking News:

Penanganan Covid

Persiapkan Diri, Imunisasi Covid-19 di Sumut Mulai November

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan akan memulai pelaksanaan imunisasi Covid-19 kepada masyarakat pada bulan November 2020 mendatang

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Juang Naibaho
TRI BUN MEDAN/Satia
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan akan memulai pelaksanaan imunisasi Covid-19 kepada masyarakat pada bulan November 2020 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah.

Ia menyampaikan, kegiatan ini dilakukan setelah Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI resmi mengeluarkan pemberitahuan rencana pelaksanaannya, dalam surat nomor SR.02.06/II/10950/2020 pertanggal 19 Oktober 2020.

"Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Maka rencana pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19 secara bertahap mulai November 2020," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut dijabarkan Aris, imunisasi Covid-19 ini diberikan pada kelompok rentan usia 18-59 tahun.

Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan pada kelompok prioritas lainnya yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi Covid-19 diberikan kepada petugas pelayanan publik.

Petugas yang dimaksud adalah yang berhadapan langsung dengan masyarakat, seperti TNI-Polri, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pemadam kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan.

Kemudian untuk kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontrobusi pada sektor perekonomian dan pendidikan, serta penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti kawasan padat penduduk.

"Selanjutnya para kontak erat Covid-19, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi. Berikutnya administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik," ungkapnya.

Baca juga: Oknum Brimob Jual Senapan Serbu di Papua, Sudah Enam Kali Beraksi, Ini Penjelasan Kapolda Papua

Baca juga: BREAKINGNEWS Ratusan Ton Ikan Keramba Jaring Apung Mati di Danau Toba

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved