Breaking News:

Ratusan Ton Ikan KJA Mati

Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba, Gubernur Edy Rahmayadi Kirimkan Ahli untuk Meneliti

Edy sendiri saat ini belum dapat menjawab secara detail, lantaran tim belum menemukan hasil terkait dengan kematian ikan di KJA ini.

ARJUNA / TRIBUN MEDAN
Petani ikan mengeluarkan bangkai ikan yang mati mendadak di Siogung-ogung Samosir, Jumat (23/10/2020) 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi belum mengetahui secara detail mengenai matinya ratusan ekor ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik masyarakat secara mendadak, di Danau Toba, Kabupaten Samosir.

Menurutnya, saat ini tim tengah melakukan pengecekan terhadap kematian ratusan ekor ikan tersebut. "Sedang di cek dan dikaji, kenaoa bisa mati ikan itu," kata dia, usai melaksanakan salat di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (23/10/2020).

Edy sendiri saat ini belum dapat menjawab secara detail, lantaran tim belum menemukan hasil terkait dengan kematian ikan di KJA ini.

Bila belum menemukan hasil, dirinya takut akan menjadi polemik.

"Saya belum bisa jawab terlalu jauh, harus ada kepastian mengenai perihal ini, nanti kalau saya jawab nanti menjadi polemik," ucapnya.

GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi ditemui usai mengikuti rapat pembahasan UU Cipta Kerja, secara virtual dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Rabu (14/10/2020).
GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi ditemui usai mengikuti rapat pembahasan UU Cipta Kerja, secara virtual dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Rabu (14/10/2020). (TRIBUN MEDAN/SATIA)

Petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Siogung-ogung Kabupaten Samosir kembali merugi.

Niolando Naibaho, satu dari pemilik KJA yang ditemui Tribun Medan di Pangururan Samosir, Jumat (23/10/2020) mengatakan ikan yang dia usahainya mati mendadak padahal sudah tiba waktunya untuk dipanen.

Menurut Niolando, ikan miliknya mulai mati mendadak sejak sejak Selasa 20 Oktober 2020 lalu. Demikian juga dengan milik penduduk lainnya di kawasan Kelurahan Si Ogung-Ogung, Tanjung Bunga, Pangururan.

Menurut Nio, sejauh ini dirinya dan warga lain telah merugi dan diperkirakan ikan yang mati mencapai hinga ratusan ton. "Ratusan ton juga," ujar Nio.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved