KABAR DUKA Pelatih Angkat Berat Sumut Nanang Suheri Tutup Usia

Ia mengatakan pihak keluarga sudah melakukan segala bentuk bantuan medis untuk menyelamatkan Nanang Suheri.

Sofyan / Tribun Medan
Pelatih angkat berat Nanang Suheri saat masih dirawat di rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (23/10/2020) malam 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nanang Suheri (47) seorang pelatih angkat berat meninggal dunia pada Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB di rumahnya Jalan M Idris, gang Berdikari.

Pelatih bertangan dingin ini sebelum menghembuskan nafas terakhir sempat mendapat perawatan di ICU setelah dalam kurun waktu 3 hari tidak sadarkan diri setelah mengalami hipertensi.

"Atas nama Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Berat (Pengprov Pabersi) Sumut, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Coach Nanang Suheri menghadap sang pencipta," kata Ketua Pabersi Sumut Hermansyah Hutagalung, Sabtu (24/10/2020).

Ia mengatakan pihak keluarga sudah melakukan segala bentuk bantuan medis untuk menyelamatkan Nanang Suheri.

"Mulai dari rumah sakit Bandung hingga harus merujuknya ke RS Bina Kasih. Bukan karena penanganan dan obat yang tidak sesuai. Melainkan kehendak Maha Kuasa yang menentukan. Tuhan lebih sayang dengan coach kebanggaan kami," ujarnya.

Herman menceritakan dengan penuh haru, sejak awal Nanang dirawat pada Rabu (21/10/2020) lalu, ia bersama para pengurus serta atlet dan keluarga tidak henti berdoa meminta kesembuhan kepada Nanang.

Sehari menjalani perawatan, katanya, kondisinya semakin menurun dan harus dipindahkan ke rumah sakit lain.

"Upaya medis sudah dilakukan dan Jumat malam pelatih kami menghembuskan nafas terakhir dan jenazah akan disemayamkan di rumah duka," pungkasnya.

Sementara Sekum Pabersi Sumut, Goncalwes Sirait didampingi M Samsir, Ketua Pabersi Medan Dingin Pakpahan, Sekum Pabersi Medan Ade Sipayung, Boy ODB dan sejumlah atlet angkat berat diantaranya, Luwi Lugita, Daud Gowasa, Teguh Imam, M.Irfan dan Ridho tampak hadir melayat kerumah duka.

"Sejak awal almarhum masuk rumah sakit kami terus memantau dan mengikuti perkembangan kesehatannya hingga akhir hayatnya. Kami cukup kehilangan sosok pelatih yang satu ini. Bagi kami almarhum merupakan sosok pelatih yang rendah hati dan menganggap kami sudah seperti keluarganya sendiri. Makanya kami cukup kehilangan atas wafatnya beliau," kata para atlet.

Sirait menyatakan tidak ada kata yang terucap lebih banyak, hanya doa dan lambaian selamat jalan menghadap sang pencipta yang dapat diucapkan.

Duka mendalam juga dirasakan sahabat almarhum, Ade Sipayung.

"Banyak kenangan yang saya rasakan bersama bang Nanang. Sebagai junior saat memulai menjadi atlet angkat berat, sosok almarhum merupakan panutan yang menjadi contoh," pungkasnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved