News Video
HARI INI Gunung Sinabung Sudah Gempa 30 Kali, Warga Diminta Jauhi Zona Merah
Informasi yang didapat dari pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, guguran terbesar yang terjadi hari ini muncul sekira pukul 12.51 WIB
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Gunung Sinabung kembali menunjukkan peningkatan aktivitas, Minggu (25/10/2020).
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, gunung mengalami guguran lava atau awan panas.
Informasi yang didapat dari pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, guguran terbesar yang terjadi hari ini muncul sekira pukul 12.51 WIB.
Dirinya mengatakan, untuk aktivitas guguran ini terekam dengan jarak luncuran sejauh 1500 meter.
"Benar tadi kembali terjadi guguran sekira pukul 12.51 WIB. Dengan kawasan luncuran mengarah ke Timur dan Tenggara, dengan jarak luncur 1500 meter. Untuk arah angin juga masih mengarah ke Timur dan Tenggara," ujar Armen Putra , saat ditemui di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat.
Armen menjelaskan, memang beberapa waktu terakhir ini pihaknya merekam banyaknya aktivitas guguran dan cukup terjadi peningkatan.
Penyebab semakin seringnya terjadi guguran dikarenakan pertumbuhan kubah lava cukup tinggi.
Ketika ditanya apakah ini merupakan aktivitas guguran terbesar, Armen menjelaskan jika untuk angka luncuran sejauh 1500 meter sudah terjadi sebanyak dua kali.
Selanjutnya, ketika ditanya mengenai aktivitas guguran yang terekam dari alat pendeteksi getaran (seismic) dirinya mengatakan jika untuk hari ini saja sudah terjadi aktivitas gempa guguran lebih 30 kali.
"Tapi sampai saat ini paling jauh sampai 1500 meter. Sampai sekarang lebih dari 30 kali guguran, dengan jarak luncur mulai 500 meter hingga 1500 meter," ungkapnya.
Dengan kembali meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, Armen mengatakan pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi zona merah.
Dirinya menyebutkan, jika nantinya pertumbuhan kubah lava dan tekanan dari perut gunung semakin tinggi maka akan ditakutkan dapat menimbulkan awan panas dengan jarak luncur yang belum terdeteksi.
"Dan saat ini kita tau sedang masuk musim hujan, jadi kita minta masyarakat untuk menjauhi jalur lahar dingin," pungkasnya.
(cr4/tribun-medan.com)