Breaking News:

Kejaksaan Terima SPDP Anggota DPRD Binjai Sebagai Tersangka

Kasus dugaan keterangan palsu yang menyeret oknum Anggota DPRD Kota Binjai, RW terus berlanjut.

TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Anggota DPRD Binjai, RW, terjerat kasus hukum dugaan keterangan surat palsu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kasus dugaan keterangan palsu yang menyeret oknum Anggota DPRD Kota Binjai, RW terus berlanjut.

Proses hukum ini dilanjutkan setelah majelis hakim mengabulkan permohonan praperadilan.

Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Binjai sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terbaru.

Hal ini setelah Penyidik Unit Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai melanjutkan hasil praperadilan.

"Perkara itu sedang proses. Kami sudah menerima SPDP atas nama (tersangka) RW," kata Kasi Pidum Kejari Binjai, Zulham Pardamean Pane, Senin (26/10/2020).

Zulham menerangkan bahwa SPDP baru ini masuk pada 30 September 2020 lalu.

Namun hampir 30 hari berlalu, penyidik belum mengirim berkas perkara tersangka untuk maju ke meja hijau di PN Binjai.

"Sejauh ini berkas belum ada. Kami lagi proses. Tanggal 30 ini terhitung sudah sebulan," ungkapnya.

Sebelumnya, hakim tunggal David Simaremare mengabulkan permohonan praperadilan yang dilayangkan LS melalui kuasa hukumnya, Dahsat Tarigan.

Karenanya, perkara yang menyeret RW ini dilanjutkan penyidikannya oleh Penyidik Unit Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai.

Diketahui penyidik sudah pernah mengirimkan SPDP bernomor K/51/II/2020/Reskrim kepada Kejaksaan Negeri Binjai dengan RW ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, Kejari Binjai sudah menunjuk Jaksa Penuntut Umum Benny Surbakti untuk meneliti berkas perkara tersebut.

RW sendiri tercatat sebagai terlapor di Satreskrim Polres Binjai yang dilaporkan oleh LS.

RW dilaporkan atas dugaan memalsukan surat tentang kepartaian.

Sebelum di PDI-Perjuangan, RW pernah diamanahkan sebagai pengurus dengan struktural Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kota Binjai. Ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 188-SK/DPP/NasDem/IV/2016.

Selebaran surat yang ditulis pada 25 Mei 2019 dengan kepala surat bertuliskan, DPD Partai NasDem Kota Binjai beserta lambang parpol ini ditandatangani Ketua dr Edy Putra dan Wakil Sekretaris Zubri Maktur Harahap serta berstempel menuliskan, RW belum pernah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi dari partai besutan Surya Paloh tersebut.

Belakangan RW menunjukkan SK Nomor 118-S?K/DPP-Nasdem/IV/2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Johnny G Plate dengan keterangan bahwa yang bersangkutan menjadi pengurus NasDem Medan.

RW sendiri enggan dikonfirmasi atas kasus yang menyeretnya ke jalur hukum. Beberapa kali upaya konfirmasi belum dijawabnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved