Breaking News:

Pjs Wali Kota Medan Nilai R-APBD 2021 Sudah Sesuai Peraturan yang Berlaku

Arief mengajak semua pihak berkomitmen dan semangat mengelola APBD secara efisien, efektif, transparan, dan taat azas.

DOK. Humas Pemerintah Kota Medan
Pjs Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho, saat menyampaikan Nota Pengantar R-APBD 2021, di Gedung DPRD Medan, Senin (26/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho mengatakan, struktur Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan 2021 sudah sesuai dengan nomenklatur Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9/2019.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, pendapatan daerah 2021 diproyeksikan Rp 5,15 triliun. Angka tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah lebih dari Rp 2,15 triliun, dan pendapatan transfer lebih dari Rp 2,99 triliun.

“Proyeksi pendapatan daerah yang direncanakan ini cukup realistis, baik jenis pendapatan yang diharapkan bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) maupun jenis pendapatan daerah lainnya. Terutama dari dana perimbangan dan lain-lain, serta pendapatan daerah yang sah,” kata Arief, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Arief, dalam Nota Pengantar Kepala Daerah pada Sidang Paripurna DPRD Medan dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2021, di Gedung DPRD Medan, Senin (26/10/2020).

Tak hanya proyeksi pendapatan, pada kesempatan tersebut, Arief juga menyebutkan perkiraan total belanja daerah, yang angkanya lebih dari Rp 5,30 triliun.

Menurut Arief, hal tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Belanja daerah terdiri dari belanja operasional, belanja modal, dan belanja tidak terduga,” kata Arief.

Kemudian, merespons arahan Pemerintah Pusat yang menyatakan bahwa 2021 merupakan tahun pemulihan ekonomi setelah wabah pandemi Covid-19, Arief menekankan, keseluruhan belanja daerah akan diprioritaskan pada tiga sektor.

“Tiga sektor prioritas tersebut yakni pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pendidikan,” kata Arief.

Sektor pembangunan infrastruktur meliputi merawat dan membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase, serta meningkatkan kebersihan kota.

Halaman
12
Penulis: Inadha Rahma Nidya
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved