Breaking News:

Gelar Operasi Yustisi, Pemkot Medan Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemkot Medan menggelar operasi yustisi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

DOK. Humas Pemkot Medan
Tim Gabungan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan menggelar razia masker di seputaran Pajak Beruang yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto No 109, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan semakin gencar menggelar operasi yustisi terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan sesuai Peraturan Wali kota (Perwal) No 27 Tahun 2020.

Perwal ini berisi tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB) pada masa pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan.

Adapun, operasi ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

Kali ini, Selasa (27/10/2020) Tim Gabungan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan menggelar razia masker di seputaran Pajak Beruang yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto No 109, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota.

Operasi yustisi ini melibatkan unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Komando Rayon Militer Medan Kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Kecamatan Medan Kota, serta Kelurahan Pandau Hulu 1.

Dalam operasi tersebut, sekitar 7 orang yang terjaring, di antaranya 3 orang yang kartu identitasnya ditahan, serta 4 orang yang mendapatkan hukuman sosial.

Razia masker yang di mulai pukul 10.00 ini terfokus kepada warga yang berada di seputaran Pasar Beruang namun tidak memakai masker saat berada di luar rumah.

Dengan begitu, petugas melakukan pendataan serta penindakan berupa fisik sampai penahanan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Hal ini bertujuan agar warga dapat mematuhi protokol kesehatan untuk menggunakan masker saat keluar rumah agar terhindar dari bahaya penyebaran Covid-19.

Bagi mereka yang tidak membawa kartu identitas diri atau KTP, petugas kemudian meminta pelanggar untuk push up atau membaca teks Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sementara itu, bagi mereka yang membawa KTP, maka petugas akan menyita KTP pelanggar dan selanjutnya meminta pelanggar untuk mengisi formulir.

Setelah mengisi formulir, petugas meminta warga mengambil KTP masing-masing di kantor Satpol PP Kota Medan, sesuai dengan jadwal yang tertera pada formulir, yaitu selama 3 hari penahanan.

Kepala Satpol PP Kota Medan H M Sofyan mengatakan, tim gabungan dalam pembinaannya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan lainnya, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak.

"Pemkot Medan akan terus gencar melakukan operasi yustisi, yaitu razia masker sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid 19 guna memutus mata rantai penyebarannya," jelasnya seperti keterangan tertulisnya.

Penulis: Inang Jalaludin Shofihara
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved