Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI : Menyelisik Sipaha Lima Dalam Ritual Parmalim di Sumatera Utara

Budayawan Batak Monang Naipospos mengatakan, Parmalim ialah orang yang mengikuti ajaran suci.

TRIBUN MEDAN / HO
Upacara Sipaha Lima yang dilakukan umat Parmalim di Sumatera Utara. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com – Budayawan Batak Monang Naipospos mengatakan, Parmalim ialah orang yang mengikuti ajaran suci.

Dalam bahasa Batak, awalan Par adalah orang yang melakukan, sementara Malim adalah orang suci.

Parmalim punya ritual yang diadakan setahun sekali, yakni Sipaha Lima. Upacara ini diadakan sebagai bentuk rasa syukur umat atas rezeki, rahmat dan karunia yang telah diberikan Debata Mulajadi Na Bolon selama setahun.

Sipaha Lima ini bukan suatu tradisi adat Batak. Melainkan upacara ritual atau religius yang sudah dilakukan para penganut Permalim sekitar ratusan tahun.

Sejarah upacara religius Sipaha Lima ini awalnya diperkenalkan oleh Raja Sisingamangaraja I dan dilanjutkan oleh keturunannya sesuai perkembangan zaman.

Masyarakat Batak pada zaman dahulu, sebelum melakukan upacara Sipaha Lima, lebih dulu melaksanakan Sipaha Tolu (bulan ke-3).

Upacara ini tentang pengharapan hasil panen yang akan dipetik oleh masyarakat.

Sebagian disimpan untuk musim tanam yang akan datang, dan hasil panen pertama (matumona) dipersembahkan kepada Debata Mulajadi na Bolon.

Memasuki bulan Sipaha Opat (bulan ke-4) ketika penduduk sudah selesai panen, maka persiapan untuk persembahan akbar pun dilakukan.

Halaman
1234
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved