37 Hari Jelang Pilkada di Sumut
Blusukan ke Sari Rejo, Aulia Sebut Banyak Warga Kurang Mampu yang Harus Diperhatikan
Banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang kesehatan sehingga dikhawatirkan tak tertuntaskan oleh Pemerintah Kota Medan.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2 Aulia Rachman menyapa masyarakat di Jalan Teratai Gang Mulia, Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Minggu (1/11/2020).
Dalam sapaannya, banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang kesehatan sehingga dikhawatirkan tak tertuntaskan oleh Pemerintah Kota Medan.
Aulia Rachman tampak menenangkan para warga bahwa dirinya tak ingin banyak menjanjikan sesuatu kepada masyarakat.
"Hanya dua nanti yakni, masyarakat perlu diperhatikan dan masyarakat perlu keadilan. Jika sudah keduanya, berarti banyaklah itu pengertiannya," ujar Aulia Rachman.
Sementara itu, terkait persoalan BPJS Kesehatan gratis yang dinonaktifkan, Aulia menyebutkan, dalam waktu dekat BPJS Kesehatan untuk keluarga tidak mampu itu akan segera aktif.
" Soal BPJS Kesehatan yang nonaktif, Insyaallah dalam waktu dekat akan di hidupkan lagi, karena di P-APBD anggarannya sudah dimasuk,” tegas Mantan Ketua Komisi 2 DPRD Medan ini.
Mantan santri ini menegaskan kepada seluruh warga yang hadir, bahwa dirinya yang berdampingan dengan Bobby Afif Nasution tak ingin menjual hak rakyat yang dijadikan unsur politik.
Usai pertemuan, Aulia berdialog dengan seorang warga bernama Suaidah (47) yang terpaksa mencari nafkah tiga anaknya dengan berjualan kacang rebus, karena suaminya telah meninggal. Saat ini ia mempunyai anak 3 orang. Hingga saat ini, ia tak mendapatkan haknya yaitu PKH dan bantuan sosial.
Baca juga: BREAKING NEWS: Sering Blusukan, Warga Anggap Bobby sebagai Harapan Kota Medan
Saat disapa Aulia, ia mengakui senang dan menaruh besar harapannya pada Calon Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2 Aulia Rachman untuk dapat mengubah kota Medan lebih baik.
"Saya berharap nantinya Pak Bobby- Aulia dapat membantu masyarakat kota Medan yang miskin dan tak mampu," tutur Suaidah.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Lambok Riama Sinambela (26), yang tengah hamil dengan usia kehamilannya jalan 8 bulan.
Tak jauh berbeda, PKH juga tak ia didapatkan oleh seorang Opung bernama Anteh Berutu (81), dengan rumah tepas bernomor rumah 61 saat Aulia blusukan jalan kaki ke gang sempit disekitaran lokasi.
"Udah 80% ini menang," teriak seorang warga. (yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aulia-rahman-kunjungi-pemilih.jpg)