Edy Rahmayadi Sebut Boikot Produk Prancis Perlu Dilakukan Jika Macron Tak Minta Maaf

Seruan ini dipicu pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah melukai umat Islam.

TRIBUN MEDAN/NATALIN
GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Akhir-akhir ini sedang ramai seruan boikot produk Prancis di Indonesia. Seruan ini dipicu pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah melukai umat Islam.

Terkait isu memboikot produk-produk Prancis, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengecam ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam.

Diakuinya, boikot produk Prancis perlu dilakukan jika Macron tidak meminta maaf.

Macron harus dipaksa meminta maaf atas ucapannya terkait Islam.

"Kalau Presiden Prancis itu enggak mau minta maaf perlu diboikot, dipaksa untuk minta maaf, ngapain urusin agama orang lain," ujar Edy di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (2/11/2020).

Edy heran mengapa Macron mengurusi agama lain.

Baca juga: Akhirnya Presiden Perancis Angkat Bicara soal Pernyataan Kartun Nabi Muhammad

"Anda agamanya apa, saya gangguin agama Anda, Anda pastikan marah juga, termasuk saya. Saya juga tersinggung, tuntunan saya seperti itu, saya kan marah," ujarnya.

Menurutnya, Rasulullah bagi Islam tanpa shalawat saat shalat pun dia (orang yang sholat) tak diterima amal sholatnya.

"Karena disitu ada shawalat di dalam sholat, terlambat saja dia membacakan shawalat atau lupa membacakan shawalat dia tak sah sholatnya. Nah kayak gitu diganggu ya marah, saya karena gubernur saja malu enggak marah ini, marah juga saya," ujarnya. (nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved