Breaking News:

Kaget Saat Berobat Ternyata Data Dibekukan, Pensiunan Datangi BPJS Medan Untuk Registrasi Ulang

BPJS Kesehatan sudah melakukan pembekuan data sejak Minggu (1/11/2020) lalu bagi peserta BPJS Kesehatan yang tidak melengkapi data NIK.

TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Warga antre untuk mengurus administrasi di BPJS Medan, Jalan Karya, Medan, Senin (2/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - BPJS Kesehatan sudah melakukan pembekuan data sejak Minggu (1/11/2020) lalu bagi peserta BPJS Kesehatan yang tidak melengkapi data NIK.

Pembekuan data ini juga turut dialami Ratna, pensiunan guru asal Medan yang sebelumnya tidak tahu jika datanya dibekukan.

Ia mengungkapkan pembekuan data ini ia ketahui ketika ingin berobat ke klinik.

"BPJS saya ini dibekukan jadi tadi datang mau nanya alasannya kan. Tahunya itu tadi pagi pas saya berobat ke Rumah Sakit. Kok dibilang registrasi ulang dan disuruh kesini," ungkap Ratna kepada Tribun Medan, Senin (2/11/2020).

Amatan Tribun Medan, beberapa warga tampak memadati depan gerbang BPJS yang ternyata didominasi oleh para pensiunan ASN yang ingin mengurus BPJS dan mengaktifkan kembali BPJS yang telah dibekukan.

Tampak seorang lelaki paruh tampak sibuk menanyakan syarat-syarat pengaktifan kembali BPJS tersebut.

Diketahui, lelaki bernama Ahmad, pensiunan TNI ini berniat mengurus BPJSnya lantaran saat melakukan check up ke rumah sakit, namun ia tidak dapat melakukan pemeriksaan dengan menggunakan BPJS miliknya.

"Gak bisa dipake ini BPJSnya. Katanya data saya tidak lengkap dan harus urus kembali ke BPJS untuk pembaruan akun. Tadi sama satpam ada itu dikasih syarat-syarat nya disuruh bawa yang udah difotokopi," ujarnya.

Adapun persyaratan yang diberikan di antaranya Fotokopi KK dan Fotokopi KTP. Para peserta juga diberitahu mengenai cara mendaftar lewat JKN Mobile dan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa).

Ahmad juga berharap pengurusan pengaktifan ini dapat segera tuntas agar ia dapat menggunakan layanan dengan nyaman.

"Semoga cepat selesai lah. Terus juga maunya pemberitahuan dari SMS misalnya. Ini pas kita datang terkejut rupanya dibekukan. Ya berharap pelayanan dapat lebih baik lagi," pungkas Ahmad.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved