Breaking News:

Cerita Potongan Kaki Anak Raja Minyak Amerika Ketika Misi Kopassus Berjumpa Suku Kanibal di Papua

Sekira dua bulan kemudian, setelah upaya pencarian, jasad Michael Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.

Anggota Kopassus menyisir ke lokasi terparah erupsi Gunung Kelud di Dusun Laharpang, Kec Puncu, seluruh warga telah di evakuasi ke titik pengungsian, Minggu (16/2/2014). 

TRIBUN-MEDAN.com - Berjumpa suku primitif di belantara Papua, misi Kopassus sukses guncangkan dunia, temukan potongan kaki anak raja minyak Amerika.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pernah membentuk tim kecil untuk 'memburu' anak miliarder Amerika Serikat yang tersesat di pedalaman Papua pada 1961 silam.

Kawasan Papua masih berupa belantara lebat yang jarang dikunjungi orang.

Beberapa tahun sebelum misi Kopassus di Papua, ditemukan potongan kaki yang menggegerkan dunia.

Potongan kaki itu milik putra raja minyak Amerika Serikat super kaya, Michael Rockfeller.

Dia melakukan ekspedisi ke pedalaman Papua, namun hilang.

Sekira dua bulan kemudian, setelah upaya pencarian, jasad Michael Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.

Setelah penelitian, berdasar jenis sepatu, potongan kaki tersebut dikenali sebagai jasad dari mendiang Michael Rockfeller.

Kabar kematian Michael Rockfeller, yang keluarga miliarder, dengan cara yang sangat tragis itu menjadi perhatian dunia internasional. Termasuk rumor bahwa Michael Rockfeller telah dimakan suku terasing yang tinggal di belantara Papua.

Peterjun Kopassus
Peterjun Kopassus (IST)

Rumor keberadaan suku pemakan manusia tidak hanya beredar di Papua Nugini, tapi juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua), yang pada 1960-an masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.

Beberapa tahun setelah peristiwa itu terjadi, Kopassus dikirim ke hutan belantara Papua.

Pada waktu itu, belantara Papua masih sangat liar dan berisiko untuk didatangi, termasuk RPKAD (sekarang Kopassus) sekalipun.

RPKAD menelusuri hutan

Pada 5 Mei 1969, meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, dilakukan misi ke sana.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved