Breaking News:

Seharian Diguyur Hujan, Terekam Dua Kali Laharan dari Puncak Gunung Sinabung

Memasuki musim penghujan seperti saat ini, tentunya patut diwaspadai timbulnya bencana alam.

TRIBUN-MEDAN/M NASRUL
BANJIR lahar dingin sempat memutus jalan penghubung antar desa di Kecamatan Tiganderket, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Sebagian besar wilayah Kabupaten Karo sejak Selasa (3/11/2020) kemarin siang hingga malam tadi, terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Amatan www.tribun-medan.com, untuk di Kecamatan Kabanjahe saja hingga pukul 00.00 WIB dini hari tadi malam hujan masih terus mengguyur.

Bahkan, hingga Rabu (4/11/2020) pagi tadi hujan gerimis juga masih turun.

Memasuki musim penghujan seperti saat ini, tentunya patut diwaspadai timbulnya bencana alam.

Salah satu bencana yang mengancam akibat tingginya curah hujan adalah hantaman lahar dingin dari puncak Gunung Sinabung.

Saat dinyata perihal hal ini, seorang petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra mengungkapkan hingga kemarin petang, pihaknya melihat ada dua kali aktivitas laharan yang berhulu dari puncak Gunung Sinabung.

Ketika ditanya hingga malam tadi di mana hujan masih terus turun, dirinya mengatakan pihaknya tidak ada mencatat adanya aktivitas laharan yang terlampau besar.

"Iya di musim hujan seperti sekarang, patut diwaspadai adanya lahar dingin. Dari satu harian hujan kemarin, berdasarkan rekaman kita ada dua kali terjadi aktivitas laharan dari puncak gunung sampai magrib," ujar Armen, saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Masyarakat Pertibi Temui Bupati Sampaikan Keberatan Berbagi Lahan dengan Pengungsi Gunung Sinabung

Armen menjelaskan, dari rekaman aktivitas laharan yang terjadi sebanyak dua kali memang terlihat tidak terlalu besar. Dirinya menyebutkan, kondisi ini diperkirakan karena curah hujan di sekitar puncak gunung kemungkinan tidak terlampau deras. Sehingga, material dari puncak gunung yang terbawa oleh aliran dari guyuran hujan jadi tidak banyak.

"Memang untuk laharan itu, untuk besar dan kecilnya tergantung dari bagaimana pasokan dari puncak. Kalau curah hujan tidak terlampau deras, ya material yang terbawa juga tidak besar," katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir Gunung Sinabung sudah mulai kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dari pantauan yang tercatat, Sinabung sudah beberapa kali mengeluarkan material berupa awan panas guguran. Sehingga, dengan tingginya curah hujan saat ini ditakutkan material yang akan terbawa oleh lahar dingin ditakutkan akan semakin besar.

Baca juga: Aktivitas Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas Berulang Kali Masih Tergolong Biasa

"Kita lihat memang sekarang material dari perut gunung sudah mulai keluar terbawa guguran. Inilah yang kita takutkan kalau tinggi curah hujan di puncak, akan terbawa melalui jalur lahar dingin," ucapnya.

Dari beberapa kali terjadinya aktivitas guguran, selalu mengarah ke Timur dan Tenggara. Saat dinyata apakah material yang terbawa itu bisa ikut ke jalur laharan, dirinya mengatakan untuk kemungkinan bisa saja.

Sehingga, dengan masih tingginya potensi-potensi bencana pihaknya meminta kepada masyarakat terutama yang berada di jalur laharan agar terus meningkatkan kewaspadaan. (cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved