Update Covid19 Sumut 5 November 2020

Meski 44 Orang Santri Positif Covid-19, Pesantren Raudhatul Hasanah Tetap Buka

Apabila kemudian hal ini tidak dipatuhi, kata Mardohar baru pihaknya akan mempertimbangkan menutup sementara pesantren.

Tribun Medan/Gita Nadia Putri Tarigan
Para santriPesantren Ar-Raudhatul Hasanah tadarusan, Senin (6/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah terkonfirmasi 44 orang santri dan guru di Pesantren Modern Raudhatul Hasanah positif Covid-19 pada bukan Oktober 2020 lalu, Jajaran Pemko Medan bersama perwakilan pesantren melaksanakan rapat di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Kamis (5/11/2020).

Namun rapat yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas ( Plt) Asisten Pemerintahan dan Sosial ( Aspemsos) Setda Kota Medan Renward Parapat, tersebut berlangsung secara tertutup, awak media pun dilarang meliput.

Usai rapat, saat ditemui tribunmedan.com Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan, pesantren Raudhatul Hasanah tidak akan ditutup sementara, karena operasi pesantren merujuk pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

"Enggak (Ditutup) mereka kan ada surat keputusan 4 menteri, mereka itu memang diperkuat dengan itu dan kita memang nggak sembarangan menutup, khusus pesantren memang dia punya SK tersendiri dari keempat materi itu," katanya.

Dikatakan Mardohar, penerapan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh menjadi pembicaraan penting dalam rapat tersebut, meski demikian katanya pesantren tetap beroperasi hingga saat ini dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Apabila kemudian hal ini tidak dipatuhi, kata Mardohar baru pihaknya akan mempertimbangkan menutup sementara pesantren.

"Bagaimana mereka itu supaya bisa berjalan dengan baik, dengan catatan diperkuat dengan kedisiplinan yang kuat, itu pokoknya harga mati harus betul-betul dilaksanakan, kalau nggak bisa ya dipertimbangkan juga," katanya.

Mardohar mengatakan, saat satgas Covid-19 kota Medan mendapat informasi adanya santri yang terpapar Covid-19, pihaknya langsung melakukan tes swab massal ke 423 orang, baik santri dan tenaga pengajar, dengan hasil swab 44 orang dinyatakan positif Covid-19.

Setelah dinyatakan positif, katanya, mereka diisolasi di Wisma Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Bangunan dan Listrik Medan di Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia sejak 8 dan 9 Oktober lalu

Selain itu Mardohar mengatakan kalau Satgas Covid-19 juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di pesantren tersebut.

"Kita sudah melakukan berbagai tindakan dari awal, sudah kita kasih edukasi, sosialisasi pemeriksaan, swab, sudah semua kita kasi yang sifatnya pencegahan penanggulangan. Saat ini sekolah itu tetap berjalan tetapi mereka berjalannya tidak buka tutup," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved