Breaking News:

32 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPUD Binjai Harapkan Peran Mahasiswa dan Ormas

KPUD mengajak basis mahasiswa dan organisasi masyarakat merangkul keluarga dan tetangga untuk memakai hak pilih.

TRIBUN MEDAN/HO
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai meluncurkan aplikasi e-Coklit enam bulan menjelang Pilkada Binjai 2020 di Pendopo Umar Baki Binjai, Kamis (9/7/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Binjai terus berupaya menyerukan partisipasi Pemilu menjelang hari pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang.

KPUD mengajak basis mahasiswa dan organisasi masyarakat merangkul keluarga dan tetangga untuk memakai hak pilih.

KPU menggelar audiensi bersama Himpunan Mahasiswa Islam, Angkatan Muda Katolik, Pemuda Batak Bersatu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Binjai.

Diskusi penting memakai hak pilih disampaikan demi masa depan kepemimpinan Wali Kota Binjai dan Wakil Wali Kota Binjai.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPUD Binjai, Robby Effendi selaku moderator memaparkan kondisi Pilkada yang digelar pada masa pandemi Covid-19. 

Beberapa adaptasi baru akan diterapkan pada hari pemungutan suara.

"Target partisipasi di Binjai biasanya tercapai, dan kali ini target lebih rendah dari Pilkada sebelumnya, berbeda karena pandemi Covid-19. Tugas kami juga tetap mengedepankan dan mematuhi protokol kesehatan," katanya, Jumat (6/11/2020).

Robby mengatakan, dirinya tidak muluk-muluk meminta partisipasi aktif mahasiswa dan organisasi masyarakat. Seminimalnya setiap mahasiswa atau ormas ikut memastikan keluarganya datang ke TPS.

"Yang keluarga ajak saudaranya, tidak usah repot-repot urus yang jauh-jauh. Mari membantu menyampaikan informasi dan mengajak saudara, teman dan keluarga untuk menggunakan hak pilihnya pada Rabu 9 Desember 2020 mendatang," kata Robby.

Baca juga: Debat Pilkada Binjai, KPU Larang Tim Paslon Bawa Atribut Kampanye

Dalam sosialisasi ini, KPUD menghadirkan narasumber dari Koordinator Daerah Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Sumut, Darwin Sipahutar. Pada kesempatan tersebut, Darwin mengharapkan peran organisasi masyarakat dari elemen mahasiswa dan ormas lintas agama suku menyukseskan Pilkada 2020.

"Sukses dan kualitas pelaksanaan Pilkada bukan hanya tanggung jawab KPU, tapi tanggung jawab bersama siapa pemimpin ke depan," kata dia.

Dia menilai target partisipasi masyarakat menggunakan hak suara yang dicanangkan KPU RI sebesar 77,5 persen terbilang cukup tinggi. Persentase yang ditargetkan ini adalah angka yang besar dengan kondisi pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19.

Darwin juga optimistis dengan upaya yang maksimal, pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi tidak akan menjadi klaster penyebaran baru. Dengan catatan, tetap mematuhi prokes saat menuju dan berada di Tempat Pemungutan Suara.

"Mudah-mudahan tidak ada klaster baru selama menerapkan Prokes yang baik dan benar. Mari kita sebarkan informasi kepada teman-teman, keluarga dan lainnya untuk jangan takut datang ke TPS. Peran kita tidak hanya untuk dongkrak partisipasi pemilih tapi mengedukasi Pilkada yang berkualitas," pungkasnya. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved