Breaking News:

Edukasi Tanggap Becana, PFI Medan Gelar Diskusi Fotografi Kebencanaan dan Penyelamatan

Rahmad berharap peserta yang mengikuti kegiatan dalam mengambil manfaat dan terlatih menghadapi situasi bencana.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
PESERTA diskusi dan sharing fotografi kebencanaan (disaster photography) dan penyelamatan (rescue) saat mendengarkan paparan materi di sekretariat PFI Medan Jalan Eka Rasmi Komplek Melinjo, Medan, Sabtu (7/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menggelar diskusi dan sharing fotografi kebencanaan (disaster photography) dan penyelamatan (rescue) di sekretariat PFI Medan Jalan Eka Rasmi Komplek Melinjo, Medan, Sabtu (7/11/2020).

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rahmad Suryadi mengatakan kegiatan ini mengangkat tema "Disaster Photography dan Rescue".

"Tema ini diangkat guna memberikan edukasi dan pemahaman bagi para relawan serta jurnalis ketika dihadapkan kepada suatu kondisi bencana," ujar Rahmad, Minggu (8/11/2020).

Dikatakannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber Sutanta Aditya (Independen Photojournalist), Herriansyah (First Aider), dan Irfan Tri Handoko ( Koordinator Vertical Rescue Indonesia Wilayah Sumut).

Rahmad berharap peserta yang mengikuti kegiatan dalam mengambil manfaat dan terlatih menghadapi situasi bencana.

"Para peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam situasi kebencanaan sehingga menjadi bekal dalam melakukan penyelamatan," katanya.

Baca juga: BERITA FOTO Cegah COVID-19 Saat Liputan, PFI Medan Bagikan Masker Hingga Vitamin Kepada Pewarta Foto

Nantinya, terang Rahmad, kegiatan diskusi dan sharing ini akan rutin dilakukan dengan mengangkat tema tema yang berbeda.

"Ini kegiatan awal, nantinya kita akan menyelenggarakan kegiatan serupa dengan tema yang berbeda," ungkapnya.

Instruktur Pertolongan Pertama PMI Medan Herriansyah mengatakan keilmuan dasar pada pertolongan pertama merupakan keterampilan yang harus dimiliki bagi setiap orang. Karena, kata dia, kemampuan ini akan sangat digunakan terlebih dalam melakukan penyelamatan diri (selfie rescue).

"Ilmu pertolongan pertama ini perlu untuk kehidupan kita sehari-hari tidak hanya harus pada saat bencana saja," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved