Breaking News:

31 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Kabid Dishub Pemko Binjai Dilaporkan ke Bawaslu

Seorang ASN yang menjabat Kepala Bidang di Dinas Perhubungan Kota Binjai inisial SD dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum.

TRIBUN MEDAN/HO
BAWASLU Binjai gandeng akademis FISIP USU Faisal Andri Mahrawa menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pengawasan pemilu di Adella Hall, Binjai Utara, Selasa (25/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Binjai mulai dipertanyakan.

Seorang ASN yang menjabat Kepala Bidang di Dinas Perhubungan Kota Binjai inisial SD dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum.

SD dilaporkan atas dugaan pelanggaran netralitas oleh Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Kota Binjai.

Saat ini laporannya sedang dalam proses oleh pihak Bawaslu Binjai, Minggu (8/11/2020).

Wakil Sekretaris DPD Pemuda Lira, Wahyu Efendi Nasution mengatakan pihaknya sudah melaporkan secara langsung, sekaligus menjalani pemeriksaan di Kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Minggu (8/11).

Dua saksi lainnya, Maruli Malau dan Suprianto juga sudah diambil keterangan oleh Sentra Gakkumdu. Dimana, pemeriksaan oleh Sektra Gakkumdu berdasarkan Surat Panggilan Bawaslu Nomor 363/K.Bawaslu-Prov.SU-26/PM.05.02/XI/2020.

"Laporan yang kami layangkan berdasarkan sejumlah data dan bukti bahwa oknum kabid tersebut menggelar kegiatan dengan menghadirkan salah satu paslon di kediamannya. Kita menduga ada kegiatan kampanye," ujar Wahyu.

"Ada dugaan kampanye di kediamannya, didasari dengan hadirnya Paslon dengan nomor urut tiga," bebernya dia.

Bukti dugaan lainnya, dijelaskan adanya kehadiran Ketua Tim Pemenangan nomor urut 3 berinisial ZP.

Wahyu mengklaim telah memiliki bukti rekaman video, kemudian foto pasangan calon dan foto oknum ASN yang menggelar kegiatan tersebut.

"Atas bukti itu kami melaporkan oknum ASN-nya yang diduga telah menyediakan tempat untuk kampanye," kata dia.

Saksi Maruli Malau menambahkan, Paslon nomor urut tiga juga hadir pada kegiatan tersebut. Dia mengaku telah memberikan kesaksian bahwa telah melihat langsung keberadaan oknum ASN dan paslon nomor urut tiga.

"Laporan kami semoga jadi pembelajaran ke semua ASN, bahwa mereka punya status dan kode etik, tidak boleh terlibat, tidak boleh ikut kampanye. Laporan ini berkaitan kegiatan di rumah oknum ASN diduga kampanye bersama kaum ibu-ibu, 50 orang. Soal melanggar atau tidak, bukan ranah saya, itu ada pihaknya," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved