Breaking News:

Modus Pinjam Motor, Polisi Tanjungbalai Ajak Korban Bujuk Pelaku Penggelapan untuk Bertemu

Tindakan itu strategi personel Unit Reskrim Polsek Tanjungbalai Utara untuk menangkap Sahrul, yang merupakan pelaku penggelapan sepeda motor

TRIBUN MEDAN/HO
SAHRUL Nizam alias Sahrul, tersangka kasus penggelapan sepeda motor Honda Vario BK 6171 VBA, usai ditangkap oleh personel Unit Reskrim Polsek Tanjungbalai Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Helmawati (38), warga Rahuning, Kabupaten Asahan yang merupakan korban penggelapan sepeda motor, berhasil membujuk Sahrul Niz alias Sahrul (50) untuk bertemu di sebuah warung dekat Simpang Tugu Jembatan Titi Silau, Kota Tanjungbalai pada Jumat (6/11/2020) sekitar pukul 13.30 WIB.

Tindakan itu merupakan strategi personel Unit Reskrim Polsek Tanjungbalai Utara untuk menangkap Sahrul, yang merupakan pelaku penggelapan sepeda motor Honda Vario warna merah BK 6171 VBA milik Helmawati.

Sepeda motor itu dipinjam Sahrul kepada korban dengan alasan ingin mengambil jaket saat keduanya bertemu di sebuah warung nasi di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Kota Tanjungbalai pada 30 Oktober 2020 lalu.

"Tersangka berhasil ditangkap, setelah petugas Reskrik Polsek Tanjungbalai Utara meminta korban menghubungi pelaku untuk bertemu dengan dalih telah memaafkan perbuatan pelaku yang melarikan motor korban," jelas Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Dugaan Penggelapan Uang di Puskemas Siatas Barita, Inspektorat Taput Lakukan Pemeriksaan

Lanjut Dahlan, begitu tersangka tiba di lokasi yang telah disepakati, polisi langsung menangkap Sahrul. Tersangka pun hanya bisa pasrah.

Ketika diinterogasi mengenai keberadaan sepeda motor milik korban yang dipinjam tersangka, Sahrul mengaku telah menjualnya ke Riau seharga Rp 2 juta.

"Tersangka mengaku uang hasil penjualan motor korban habis dipakai untuk foya-foya," sebutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kemudian diboyong ke Mapolsek Tanjungbalai Utara guna menjalani pemeriksaan.

"Perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal Penipuan dan Penggelapan, Pasal 372 junto Pasal 378 KUHPidana," tegasnya.

Sementara itu, perkenalan antara korban dengan tersangka berawal dari media sosial, hingga keduanya pun sepakat untuk bertemu di Kota Tanjungbalai. Pertemuan pertama itu justru dimanfaatkan Sahrul untuk melarikan sepeda motor korban.

Korban pun tak tinggal diam, didampingi keluarga melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Tanjungbalai Utara pada Jumat (6/11/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved