Breaking News:

30 Hari Jelang Pilkada di Sumut

BREAKING NEWS: Soal Netralitas ASN, Cabup Simalungun RHS Minta Jangan Takut Diintimidasi

Para ASN maupun aparat pemerintah di Pemkab Simalungun, tidak perlu merasa ragu untuk menjalankan amanah Undang-undang.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
CALON Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama tim suksesnya menggelar coffee morning dengan wartawan terkait ajakannya agar ASN netral pada Pilkada serentak. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Calon Bupati Simalungun nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) angkat bicara terkait netralitas ASN Pemkab Simalungun pad Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Hal itu ia sampaikan saat coffee morning dengan puluhan wartawan media cetak dan media online di rumah pribadinya, Senin (9/11/2020) siang.

RHS menyampaikan, para ASN maupun aparat pemerintah di Pemkab Simalungun, tidak perlu merasa ragu untuk menjalankan amanah Undang-undang maupun peraturan pemerintah terkait kenetralan di tahapan Pilkada Kabupaten Simalungun.

“Kita ini mau membangun Kabupaten Simalungun lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera. Jadi, politik balas dendam tidak diperlukan. Semuanya akan dirangkul, karena setiap ASN memiliki kemampuan atau skill masing-masing, yang dapat berperan dalam membangun Kabupaten Simalungun," ujar RHS.

RHS mengatakan, para camat, pangulu hingga gamot, adalah ujung tombak pemerintahan yang perlu dirangkul. Bila diamanahkan sebagai Bupati oleh masyarakat, ia akan menempatkan ASN sesuai dengan tempatnya.

"Tentunya kedudukan seorang ASN sesuai dengan kemampuan atau skill yang dimilikinya, akan kita terapkan ‘the right man on the right place’. Rasa aman dan nyaman, akan kita berikan ke seluruh ASN dan aparat pemerintah, itu komitmen saya,” kata pengusaha properti sukses itu.

Baca juga: Sapa 40 Ibu-ibu Rumah Tangga, Ade Hanifah Siregar Mohon Doa Restu untuk Bobby-Aulia

Ditegaskan Radiapoh Sinaga, begitu selesai Pilkada dan sudah ditetapkan pemenangnya, maka terhapuslah simbol-simbol yang menyatakan, tentang orang si A, orang si B, orang si C dan orang si D.

“Pascapilkada, tidak ada lagi simbol-simbol si A, B, C maupun D. Keseluruhan yang menjadi peserta maupun pemilih, adalah masyarakat Simalungun, yang punya kapasitas masing-masing dalam sumbangsih membangun Kabupaten Simalungun. Kondisi itulah yang sangat saya dambakan untuk membangun Kabupaten Simalungun ke depan,” ujarnya.

RHS mengaku merasa kesal dengan informasi bila ada camat, pangulu maupun gamot atau warga yang merasa diintimidasi, untuk memilih paslon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun tertentu.

Ia menyarankan agar para pelayan masyarakat untuk langsung melapor ke pihak kepolisian.

Baca juga: Kolaborasi RHS-ZW Bangun Simalungun Tanpa Pamrih, Hingga Pemerintahan yang Sehat

Sebagai calon Bupati Simalungun, ia meminta pihak Bawaslu maupun Panwas Kecamatan untuk tanggap terhadap situasi tersebut. 

“Jangan pernah takut, apalagi jika ada yang mengintimidasi jika tidak memilih salah satu pasangan caon, akan dihapus hak untuk mendapatkan bantuan sosial. Itu tidak benar, karena setiap yang sudah terdaftar di pemerintahan pusat, tidak akan terhapuskan," katanya.

Pasangan Zonny Waldi ini menganjurkan agar masyarakat yang sangat merindukan Kabupaten Simalungun terbangun lebih maju, lebih baik dan sejahtera, harus membangun keberanian bersama untuk melaporkan tindakan intimidasi untuk memenangkan pasangan calon Bupati Simalungun tertentu.

Selain itu, ia berharap agar komponen yang terlibat langsung dalam Pilkada Simalungun, kiranya memberikan pendidikan politik dalam rangkan semakin mencerdaskan rakyat untuk dapat menetapkan pilihannya dengan hati yang aman dan nyaman.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved