Liga 2 Ditunda Hingga 2021, PSMS Dapat Dana Kompensasi Rp 100 Juta
Manajer PSMS Mulyadi Simatupang mengatakan PSSI melalui PT LIB selaku operator liga bakal mengucurkan dana subsidi bagi klub.
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksanaan kompetisi liga 2 tahun 2020 yang ditunda hingga akhirnya diputuskan digelar Februari-Maret 2021 membuat klub-klub peserta termasuk PSMS Medan harus mengeluarkan dana ekstra untuk menutupi pengeluaran selama jeda penundaan.
Manajer PSMS Mulyadi Simatupang mengatakan PSSI melalui PT LIB selaku operator liga bakal mengucurkan dana subsidi bagi klub.
Selain subsidi liga, melalui surat resmi terbarunya PT LIB juga bakal memberikan dana tambahan sebagai bentuk kompensasi penundaan liga 2 dari tahun 2020 ke tahun 2021.
Dana kompensasi penundaan tersebut senilai Rp100 juta.
"Kita sudah terima surat dari PT LIB. Di surat itu juga tercantum subsidi dan kompensasi penundaan. Tapi kapan dimulainya tanggal kompetisi belum ada surat resminya dari PSSI," ujarnya, Minggu (8/11/2020).
Mulyadi menambahkan, Meski dapat kompensasi penundaan 100 juta, tentu tetap tidak bisa menutupi kerugian finansial. Menurutnya pengeluaran PSMS jauh lebih besar selama masa penundaan . Klub peserta termasuk PSMS tetap mengusahakan sendiri untuk menutupi pengeluaran itu.
"Ya kalau informasinya, tentu akan ada subsidi. Tetapi secara resmi kita belum terima," kata Mulyadi.
Sebelumnya, Mulyadi sudah mengatakan bahwa, PSMS mengalami kerugian finansial akibat penundaan liga yang akhirnya jadi diputar tahun 2021. Namun pihaknya tetap mengikuti setiap keputusan yang dikeluarkan PSSI dan pemerintah.
Untuk diketahui, Induk organisasi sepakbola Indonesia atau PSSI, telah resmi menunda Liga 1 dan Liga 2. Hal ini dikarenakan Polri tidak mengeluarkan izin keramaian akibat masih maraknya kasus covid-19.
Kompetisi bergengsi yang semula dijadwalkan akan bergulir pada bulan Oktober 2020 itu diundur ke bukan November.
PSSI melalui ketua umumnya Mochamad Iriawan, mengatakan bahwa liga 1 dan liga 1 rencananya akan kembali bergulir bulan November 2020.
Keputusan itu diumumkan pada konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menpora, Zainudin Amali, di Kantor Kemenpora RI, Selasa (29/9/2020) lalu. Namun karena jadwal liga bulan November juga belum jelas akibat belum adanya izin keramaian dari Polri, maka liga 2 diputuskan diputar tahun 2021.
Sekadar informasi, adapun dengan ditambah dana kompensasi penundaan Rp100 juta, maka apabila PSMS sukses menjuarai liga 2 maka tim berjuluk Ayam Kinantan itu total akan meraup hingga 1,45 miliar di akhir kompetisi.
Rinciannya Rp 1,35 miliar dari jalannya kompetisi setiap fase dan Rp 100 juta bentuk kompensasi akibat penundaaan liga yang diputuskan PSSI dari tahun 2020 hingga diputar jadi tahun 2021.
(Can/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/manager-psms-medan-mulyadi-simatupang-1.jpg)