30 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
Sekjend DPP PKS Habib Sebut Pilkada Medan Paling Panas, Ini Alasannya
Menurut Alhabsyi dari 23 kabupaten dan kota yang melaksanakan Pilkada di Sumut kali ini, Kota Medan adalah yang paling panas.
Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta seluruh pengurus kabupaten dan kota yang melaksanakan pemilihan kepala daerah di Sumut agar optimis dapat bertarung untuk memenangkan pasangan calon bupati dan wali kota yang diusung.
"Kita masih berfikir positif bahwa Pilkada serentak ini akan berlangsung jurdil. Tapi semoga dan Insyaallah sesuai harapan kita," katanya saat diskusi ringan dengan insan pers dalam kegiatan Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2020, di Hotel Grandhika Medan, Jalam Dr Mansyur, Kota Medan, Minggu (8/11/2020).
Menurut Alhabsyi dari 23 kabupaten dan kota yang melaksanakan Pilkada di Sumut kali ini, Kota Medan adalah yang paling panas. Sebab, pasangan calon yang diusung oleh PKS akan melawan menantu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
"Tapi justru bagi PKS, ini adalah tantangan yang enak. Semakin kita digitukan oleh para kompetitor atau mitra kita, semakin kita senang," katanya.
Dikatakannya, menang dan kalah dalam pesta demokrasi adalah hal yang biasa. Namun, perjuangan PKS akan terus berlanjut. Dirinya mengakui, optimisme PKS begitu kuat di Pilkada Medan.
"Kita akan ikhtiar selalu. Pilkada kali ini ada 64 orang kader PKS yang siap menjadi pimpinan daerah. Insyaallah di sisa 30 hari ini kita jaga suara dengan baik melalui by name, by phone, kita akan berhasil," katanya.
Pada kegiatan ini, hadir calon Wakil Wali Kota Medan, Salman Alfarisi, Ketua DPW PKS Sumut Hariyanto, dan para pengurus partai di tingkat wilayah hingga kabupaten dan kota.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bobby Nasution Sebut Kreativitas Pemimpin Diperlukan untuk Siasati Pandemi Covid-19
Salman Alfarisi pada kesempatan itu mengatakan, setiap kompetisi Pilkada selalu menghadirkan sejumlah stigma. Bahwa paslon AMAN (Akhyar-Salman) menurut dia, terus mendapatkan sorotan akan hal tersebut.
"Ini sah-sah saja, apalagi memang Pilkada Medan kali ini mendapat perhatian yang besar dari nasional. Namun kami berharap, Pilkada Medan harus menjadi role model dari penyelenggaraan Pilkada di Sumut khususnya dan nasional umumnya," jelasnya.
Salman memaparkan, tanpa kesetiakawanan atau loyalitas, tidak akan mungkin mewujudkan perubahan lebih baik bagi pembangunan Kota Medan di masa mendatang.
"Pertama kita perlu menciptakan semangat membangun karakter Kota Medan, kemudian semangat menciptakan semangat suasana berkawan di Kota Medan. Tanpa pembangunan karakter dan kesetiakawanan itu, akan sulit kita mewujudkan perubahan untuk Kota Medan. Kemudian ketiga semangat membuat Medan maju, target Akhyar-Salman bahwa Medan maju bisa setara dengan kota-kota lain di dunia. Dan paling penting, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan di semua sektor," ujarnya.
Ada lima semangat yang mendorong AMAN maju di Pilkada Medan. Antara lain, semangat untuk membangun Medan berkarakter, semangat membangun Medan berkawan, semangat menjadikan Medan setara dengan kota besar lainnya di dunia, semangat menjadikan Medan cantik dan semangat untuk membuat masyarakatnya sejahtera.(wen/Tribun-Medan.com)