Breaking News:

Pilkada Binjai

Bawaslu Binjai Terima 62 Laporan Pelanggaran Pilkada, 7 di Antaranya ASN Diduga Tidak Netral

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemko Binjai telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu Kota Binjai atas dugaan pelanggaran pilkada

Tribun-Medan.com/Dedy Kurniawan
Ketua Bawaslu Binjai Arie Nurwanto diwawancarai di ruang kerjanya di gedung Bawaslu Binjai, Selasa (10/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemko Binjai telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu Kota Binjai atas dugaan pelanggaran pilkada karena diduga ikut terlibat dalam ajang kampanye.

Ketua Bawaslu Binjai, Arie Nurwanto diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (10/11/2020) sore, menyampaikan sepanjang tahapan Pilkada ada 55 laporan pelanggaran Pilkada.

Khusus ASN yang terlibat dan telah dilaporkan ke Bawaslu Binjai berjumlah tujuh orang.

Jenis pelanggaran yang dilaporkan, di antaranya melanggar protokol kesehatan, seperti kampanye dengan menghimpun massa berlebih dari yang sudah ditentukan, kegiatan tidak dilengkapi perangkat protokol kesehatan di masa pandemik Covid-19. Dan melanggar aturan jabatan ASN aktif yang sedang diemban.

"Sepanjang Pilkada ada 55 laporan pelanggaran Pilkada, ditambah ada 7 ASN sudah dilaporkan ke kami diduga telah melanggar dan tidak netral, diduga ikut dalam kampanye pasangan calon. Yang melanggar dari tiga paslon," kata Arie Nurwanto.

Arie Nurwanto menerangkan, dari 55 laporan pelanggaran terbanyak terkait tidak melakukan pemberitahuan kegiatan kampanye ke pengawas pemilu, tidak menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, dan melibatkan anak-anak dalam kampanye.

"Anak-anak secara aturan tidak dibenarkan hadir atau ikut dalam kegiatan kampanye. Jadi laporan ke kami terima dari setiap panwas kami yang ada di lima kecamatan. Dari 55 paling banyak terjadi dugaan pelanggaran di Kecamatan Binjai Selatan," kata Arie.

"Dari 55 laporan dugaan pelanggaran rinciannya nomor urut satu 16 kali, paslon nomor dua 22 kali, nomor tiga 17 kali. Terjadi dugaan pelanggaran di media sosial, debat kandidat, kampanye. 20 di antaranya melanggar protokol kesehatan," jelas Arie Nurwanto.

Arie Nurwanto mengatakan oknum ASN yang diduga terlibat dari kalangan Kepala Dinas, Kepala Bidang, Camat, Lurah, dan Calon Wali Kota Binjai nomor urut tiga. Laporan atas ASN yang diduga terlibat sudah diteruskan ke KASN untuk proses hukumnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved