Breaking News:

Kesultanan Asahan Serahkan 1000 Hektare Tanah untuk Dikelola Kelompok Tani.

Tanah tersebut nantinya akan dijadikan sebagai sektor pertanian dan pembudidayaan ikan.

TRIBUN MEDAN/ALIF
KELOMPOK Tani Sri Mersing bersama dengan warga Asahan menanam bibit padi yang diserahkan oleh Kesultanan Asahan. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Sultan Asahan ke-12 Kamal Abraham Abdul Djalil Rahmatsyah menyerahkan 1000 hektare tanah untuk dikelolah kelompok tani Sri Mersing di Desa Sei Tempurung Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan.

Tanah tersebut nantinya akan dijadikan sebagai sektor pertanian dan pembudidayaan ikan.

"Kesultanan Asahan dalam hal ini menyerahkan 1000 hektare tanah untuk kelompok tani. Nantinya disana akan dijadikan sawah, kebun cabai, terong, dan tempat pembudidayaan ikan," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (10/11/2020) sore.

Sultan Ke-12 Asahan itu menyatakan hal ini dilakukan untuk membantu program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

"Dengan itu, kami berharap, hal ini dapat membantu program pemerintah dalam hal memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Asahan ini," ujarnya.

Selain membantu program pemerintah, penyerahan lahan ini dilakukan untuk melestarikan budaya para leluhur yang sebelumnya selalu memberikan sebuah iba kepada masyarakat untuk dikelola sebagai sektor pertanian.

"Selain itu, kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk pelestarian budaya di Kesultanan Asahan yang dimana leluhur kami terdahulu sudah melakukannya untuk menjaga perekonomian masyarakat Asahan tetap stabil," jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Sri Mersing, Harpen Ramadhan, menyatakan program ini sebenarnya diadopsi dari Tanah Obyek Reforma Agraria (Tora), dimana tanah itu bisa digunakan masyarakat untuk bertani.

Baca juga: Tersanga Daniel Hutasoit Bantah Tuduhan Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, tak Ikut Rudapaksa FS

"Seperti yang dikatakan oleh Sultan tadi, tanah ini diserahkan sebagai pelestarian adat juga, namun dikarenakan ada program Tora yang dibuat oleh pemerintah maka ini nyambung," katanya.

Dikatakannya, dengan adanya tanah seluas 1000 Hektare itu, dapat membantu petani yang saat ini sedang dilanda sulit Covid-19.

"Masa pandemi ini sangat susah sekali, namun dengan adanya tanah ini kami akan memanfaatkannya agar menjadi sumber pangan kami di Desa Sei Tempurung ini," katanya.

Dirinya sangat mengapresiasi masyarakat yang ikut turut bahagia dengan adanya sumber pangan baru ini. 

"Meskipun tadi sempat hujan, tapi para a rekan-rekan petani tetap semangat menanam bibit-bibit padi," pungkasnya. 

(cr2/tribun-medan.com)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved