Breaking News:

UPDATE Dampak Erupsi Gunung Sinabung, 1.109 Hektare Lahan Pertanian Rusak

Data terbaru kerusakan lahan pertanian akibat erupsi Gunung Sinabung mencapai 1.109 hektare (Ha).

Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, memantau lahan pertanian warga yang terdampak abu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung, di Desa Suka Tepu, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PTPH) Dinas TPH Provinsi Sumut, Marino mengatakan, lahan pertanian yang terkena semburan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, mencapai 1.109 hektare (Ha).

Seribuan hektare lahan itu tersebar di sembilan desa.

"Sebanyak 164 hektarnya adalah tanaman pangan dan 945 hektare tanaman hortikultura. Data yang diperoleh 3 November 2020 ini merupakan hasil pengamatan langsung petugas lapang dari UPT di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumut," katanya, Selasa (10/11/2020).

Ia merinci, desa-desa yang terkena erupsi gunung Sinabung antara lain Desa Sukandebi yakni tanaman pangan seluas 18 hektar.

Sedangkan pada komoditas hortikultura luas pertanaman yang terkena 108 hektar.

Desa Suka Tepu luas pertanaman pangan 12 hektar terkena dampak, dan pada tanaman hortikultura luas pertanaman 97 hektar.

Desa Namantrans luas tanaman pangan terkena 12 hektar dan luas tanaman hortikultura 121 hektar.

Desa Ndeskati luas tanaman pangan terkena 19 hektar dan luas tanaman hortikultura terkena 110 hektar.

"Kemudian Desa Gung Pinto luas tanaman pangan 24 hektar dan luas tanaman hortikultura 97 hektar. Desa Kutambelin luas tanaman pangan 21 hektar dan luas tanaman hortikultura 94 hektar," katanya.

Desa Kutagugung luas tanaman pangan 16 hektar dan luas tanaman hortikultura 90 hektar.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved