Breaking News:

Para Pedagang Pasar Balige Sampaikan Surat Terkait Revitalisasi Balerong Balige

Terkait tuntutan para pedagang pasar Balige mengenai revitalisasi Balerong Balige, beberapa anggota DPRD sambangi ibu-ibu pedagang pasar.

MAURITS PARDOSI / TRIBUN MEDAN
Pedagang Pasar Balige mendatangi kantor DPRD Kabupaten Toba pada Kamis (12/11/2020) guna memyampaikan aspirasinya. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Terkait tuntutan para pedagang pasar Balige mengenai revitalisasi Balerong Balige, beberapa anggota DPRD sambangi ibu-ibu pedagang pasar.

Seorang anggota DPRD Kabupaten Toba, Patuan Pardede menyampaikan agar para pedagang membuat surat kepada pihak DPRD Kabupaten Toba Terkait tuntutan mereka.

"Begini saja, kami sudah mengerti bagaimana keinginan para pedagang, supaya ada jawaban dari tuntutan kalian dibuatlah surat resmi ke DPRD, baru nanti DPRD akan memyurati para pedagang kembali," ujar Patuan Pardede saat bersama para pedagang yang tengah sampaikan aspirasinya di areal Kantor DPRD Kabupaten Toba pada Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, Patuan Pardede juga bertanya kapan kira-kira para pedagang datang kembali ke Kantor DPRD Kabupaten Toba, spontan para pedagang menyahut, "secepatnya".

Bukan hanya Patuan Pardede, anggota DPRD Kabupaten Toba Usden Sianipar juga ikut serta sambangi masyarakat pedagang Pasar Balige dan menenangkan ibu-ibu pedagang pasar yang sampaikan aspirasinya di areal. kantor DPRD Kabupaten Toba.

"Kita sambut tadi para pedagang yang datang ke kantor untuk menyampaikan aspirasi. Kita sebagai perwakilan rakyat tentu mendengar dan memfasilitasi aspirasi masyarakat. Hingga tadi, sebelum saya beranjak, pihak kita masih menunggu surat untuk RDP tersebut," ungkap Usden Sianipar saat dikonfirmasi oleh Tribunmedan.id pada Kamis (12/11/2020) sore.

Ibu-ibu pedagang pasar yang tengah berada di areal Kantor DPRD Kabupaten Toba pada Kamis (12/11/2020) menuturkan bahwa pihaknya tidak keberatan akan pembangunan Balerong tersebut.

Namun, pihaknya meminta agar relokasi pasar diadakan setelah bulan Desember, sebab bulan tersebut menjadi kesempatan bagi para pedagang mendapatkan keuntungan secara khusus masa pandemi Covid-19 ini.

Permintaan para pedagang kepada pemerintah agar tempat mereka berjualan yang selama ini sudah mereka tempati jangan berpindah.

"Kami tidak melarang pembangunan, tapi kalau pajak (pasar balige) dibangun, kami harus dikembalikan ke tempat masing-masing. Itu yang paling utama, paling fokus permintaan kami," ujar Risma boru Sihotang, seorang pedagang ulos di Balerong Balige saat sambangi Kantor DPRD Kabupaten Toba pada Kamis (12/11/2020).

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved