Breaking News:

Rakor dengan KPU Sumut, KPU Humbahas Beber Kemungkinan Sengketa Paslon Tunggal vs Kolom Kosong

Pilkada Humbang Hasundutan (Humbahas) 2020 hanya diikuti satu pasangan calon alias calon tunggal.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Pilkada Humbang Hasundutan (Humbahas) 2020 hanya diikuti satu pasangan calon alias calon tunggal.

Paslon tersebut akan melawan kotak kosong atau kolom kosong yang kian marak didengungkan di Humbahas.

Pihak KPU Humbahas telah menyebutkan bahwa dengan kehadiran calon tunggal dalam Pilkada 2020 ini, kemungkinan untuk sengketa tetap ada.

Dengan demikian, pihaknya mengapresiasi kehadiran KPU Provinsi Sumatera Utara yang memberikan pembekalan sebagai antisipasi sengketa pasca pemungutan suara.

"Kehadiran KPU Provinsi Sumatera Utara ini tentu membantu kita dalam supervisi Kabupaten/ Kota ini dalam setiap tahapan," ujar anggota KPU Humbahas Sutomo Voker Tambah saat disambangi di Kantor KPU Kabupaten Toba pada Sabtu (14/11/2020).

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa ada dua yang memiliki kewenangan menggugat hasil pemungutan suara yakni: pasangan calon dan pemantau pemilihan.

"Yang memiliki legal standing ada dua yakni pasangan calon dan pemantau pemilih. Pemantau pemilih adalah yang mendaftar ke KPU dan diberikan akreditasi oleh KPU atas nama lembaga," sambungnya.

Ia juga menuturkan apa yang dimaksud dengan pemantau pemilih dan soal perekrutannya.

"Pemantau pemilih itu nanti akan mendaftar ke KPU sampai yang terakhir nanti tanggal 2 Desember. Itulah pendaftaran terakhir," ungkapnya.

Setelah masing-masing pemantau mendaftar, pihak KPU akan melakukan verifikasi dan kemudian akreditasi bagi yang dinilai berkompeten.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved