Breaking News:

Soal Jabatan Sekda, Pemko Siantar Sudah Berkomunikasi Dengan Gubernur Sumut

Pemko Pematangsiantar akhirnya berkonsultasi dengan Gubernur Sumatera Utara terkait jabatan Sekda.

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Plh Sekda Pematangsiantar Pardamean Silaen saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Basarin Yunus Tanjung, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar yang justru ditunjuk sebagai Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Asahan, membuat roda pemerintahan di Pemko Pematangsiantar kurang optimal.

Pemko Pematangsiantar akhirnya berkonsultasi dengan Gubernur Sumatera Utara terkait jabatan Sekda tersebut.

Pasalnya sejak Basarin menjabat dua tempat berbeda itu, tugas dan wewenang Sekda Pemko Pematangsiantar makin terbatas fungsinya, meski Pemko Siantar telah menunjuk Asisten III, Pardamean Silaen sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekda.

Pardamean sendiri saat ditemui wartawan, menyampaikan sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

"Iya, secara terminologi kan, Pj dan Plh sudah berbeda. Ketentuan di Permendagri Pj Sekda kota atau Kabupaten itu kan, (diangkat) dari provinsi. Kalau Sekda Provinsi itu dari Kementerian," ujarnya.

Pardamean menampik adanya kekosongan Sekda Kota Pematangsiantar meski Basarin Yunus Tanjung kerap berada di Kabupaten Asahan.

"Tidak ada kekosongan Pj Sekda. Pemko sudah berkomunikasi dengan gubernur. Menunggu lah hasilnya," ujar Pardamean saat hendak memasuki mobilnya di Balai Kota, Jumat (13/11/2020) sore.

Sebagaimana diketahui, Basarin Yunus Tanjung yang sebelumnya ditugaskan sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar sebelumnya merupakan Kepala Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Jabatan Sekda Kota Pematangsiantar sendiri tak pernah dijabat secara definitif sejak Budi Utari Siregar diberhentikan Wali Kota Hefriansyah pada September 2019 lalu.

Posisi selanjutnya digantikan Kusdianto yang sebelumnya merupakan Kadis Pariwisata Kota Pematangsiantar, dan kemudian Basarin Yunus Tanjung.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved