Perayaan Deepavali di Medan

BREAKING NEWS Umat Hindu Rayakan Deepavali Tanpa Ibadah Bersama di Kuil Shri Mariamman 

Perayaan Deepavali menjadi momen yang ditunggu umat Hindu sebagai simbol kemenangan kebaikan atas keburukan.

Tayang:
KARTIKA/TRIBUN MEDAN
Umat Hindu berdoa di depan patung dewa dalam perayaan Deepavali di Kuil Shri Mariamman,Jalan Teuku Umar,Kecamatan Medan Petisah,Medan,Sabtu (14/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Perayaan Deepavali menjadi momen yang ditunggu umat Hindu sebagai simbol kemenangan kebaikan atas keburukan.

Walau berada di tengah pandemi saat ini, Umat Hindu di kota Medan masih turut merayakan dengan suka cita. Hal ini dapat terlihat di Kuil Shri Mariamman, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sabtu (14/11/2020).

Amatan Tribun Medan, Suasana kuil tampak berbeda dengan penerangan cahaya dari lampu minyak di depan patung para dewa ataupun di sekitar yang membuat suasana begitu erat dengan perayaan Deepavali atau Festival Cahaya.

Jelang siang tampak puluhan umat Hindu silih berganti datang ke kuil baik sendiri ataupun bersama keluarga untuk melakukan sembayang di depan patung dewa kepercayaan Umat Hindu dan kemudian di akhir meletakkan Neiwelke atau cahaya penerangan di depan patung dewa.

Perayaan Deepavali erat dengan makna cahaya atau penerangan. Ketua Perhimpunan Kuil Shri Mariamman, Pandita Chandra Bose menjelaskan bahwa dalam prosesi Deepavali ini, sebelum datang ke kuil, umat Hindu turut melakukan ziarah ke makam leluhur.

"Deepavali ini maknanya cahaya. Jadi cahaya ini berkesinambungan, makanya di rumah-rumah yang merayakan Deepavali sebelum menuju kuil, dia ziarah dulu ke leluhur, kemudian nanti ada menghias rumah, dan pagi-pagi ada puji-pujian di rumah dan baru datang ke kuil secara bersama-sama," jelasnya.

Walau di tengah pandemi, tampak umat Hindu berdoa dengan khusyuk di depan patung para dewa seperti Dewa Ganesha ataupun Dewa Shiwa. Selain itu, untuk mencegah adanya kerumunan, kuil Shri Mariamman meniadakan adanya ibadah bersama.

"Makna Diwali ini untuk merayakan kemenangan Darma atas Adarma. Kuil akan tetap kita buka namun tidak ada ibadah bersama. Ini menjadi salah satu memutus rantai Covid-19. Perayaan ini maknanya tetap sama hanya tahun ini juga kita tidak pasang teratak di depan. Biasanya tiap tahun kita buat bagi umat Hindu yang tidak muat di dalam," ujarnya.

Merayakan di tengah pandemi tidak lantas berada dalam suasana hening. Tampak lagu puji-pujian diperdengarkan ke seluruh kuil ditambah alunan lonceng yang turut menambah syahdu perayaan Deepavali ini.

Perayaan ini turut disambut baik Sinta, warga Kecamatan Medan Maimun yang turut hadir bersama keluarganya untuk sembayang di kuil.

"Perayaan ini berbeda sekali pastinya dengan tahun lalu dari suasananya kita suka cita. Tapi walau begitu kita tetap bersyukur ini tetap dirayakan walau ada batasan. Kita berdoa sama-sama ke kuil untuk tetap diberi perlindungan dan kesehatan dalam suasana seperti ini," ujar Sinta.

Senada dengan Sinta, Krisna, warga Medan Petisah ini juga turut dapat menikmati suasana walau berada di tengah pandemi saat ini.

"Covid ini kita tetap senang merayakannya. Perayaan Inikan bukti rasa syukur kita atas kemenangan kan. Tentunya ini menjadi momen kita untuk dapat bisa memperbaiki diri lagi. Habis ini kita juga ada kumpul keluarga inti di rumah. Ya tetap nikmat lah," pungkas Krisna.

Di depan kuil juga tampak pihak kuil memberikan jajanan ringan kepada tamu yang hadir yang rutin dilakukan setiap tahun.

Kuil Shri Mariamman akan tetap buka hingga pukul 20.00 WIB untuk umat Hindu yang ingin berdoa di kuil dalam perayaan Deepavali.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved