Breaking News:

24 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Jika Terpilih, Pasangan Calon Kepala Daerah Simalungun Ini Janji Tak Akan Tertutup Seperti KPU

Larangan wartawan meliput debat kandidat turut disayangkan Calon Bupati Nomor Urut 2, Muhajidin Nur Hasim.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
ALIJA / TRIBUN MEDAN
Cabup dan Cawabup Nomor Urut 2, Muhajidin Nur Hasim (kiri) dan Tumpak Siregar (kanan) menerima wawancara wartawan seusai debat kandidat di Hotel Niagara Parapat, Sabtu (14/11/2020) malam 

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Larangan wartawan meliput debat kandidat turut disayangkan Calon Bupati Nomor Urut 2, Muhajidin Nur Hasim.

Ia mengatakan di era keterbukaan saat ini, penting sebuah kegiatan dipublikasikan kepada masyarakat.

"Saya pertama mengucapkan bahwa wartawan sekarang kan era-nya keterbukaan informasi. Jadi bagi saya sebetulnya tidak ada masalah kita diliput sebanyak-banyaknya. Pilkada ini adalah kotestasi yang harus dilaksanakan transparan, contoh kepada masyarakat khususnya generasi muda," kata Hasim.

Hasim mengakui harapannya itu berlawanan dengan peraturan dari KPU yang menolak wartawan.

Namun dari sini, ia meyakinkan bahwa nantinya bila terpilih sebagai Bupati Simalungun, akan melakukan transparansi kegiatan apapun itu.

"Saya menyayangkan. Tapi itu peraturannya. Secara pribadi seperti pemerintahan yang akan kami bangun, kami akan transparan," kata Hasim kepada wartawan.

Belasan wartawan dilarang masuk oleh staf KPU Simalungun pada acara debat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun di Hotel Niagara Parapat, Sabtu (14/11/2020) malam.

Mereka pun tertahan di pintu aula gedung acara debat.

Wartawan pun menanyakan aturan PKPU ataupun petunjuk teknis yang melarang debat empat pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun dihadiri insan pers.

Bahkan sempat terjadi dorong dorongan wartawan dengan staf KPU Simalungun. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved