Breaking News:

22 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Calon Tunggal Pilkada Siantar Berdialog dengan Pengusaha Pribumi, Cerita Serapan Tenaga Lokal

Calon Tunggal Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi bertemu dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Pematangsiantar

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Asner Silalahi bertemu dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bicara soal UMKM dan serapan tenaga kerja 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Calon Tunggal Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi bertemu dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Pematangsiantar, Senin (16/11/2020) malam.

Pertemuan ini membuka dialog untuk membangkitkan geliat usaha dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Horizon itu tampak hadir ketua HIPPI Erwin Siahaan dan Toga Sihite selaku akademisi dan pengamat ekonomi serta juga Efendi Karo-kora selaku Kepala Cabang Bank Sumut.

Kepada Asner Silalahi, Toga Sihite memberi masukkan bahwa Siantar bisa maju karena hasil bumi dari berbagai daerah masuk ke kota ini untuk didagangkan dan diperjualbelikan ke daerah lainnya.

Siantar dikelilingi atau bersentuhan dengan beberapa sejumlah daerah seperti Simalungun, Samosir, Toba, Tebingtinggi dan lainnya. Tugas utama bagaimana membuat magnet kota ini. Sehingga Siantar jadi kota penyangga.

"Siantar selama ini telah menjadi penyangga kepada banyak daerah dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
Langkah penting adalah membenahinya agar lebih memikat," pesan Toga Sihite.

Asner Silalahi sendiri sepakat bahwa perdagangan harus dibenahi, salah satunya pembenahan sarana dan prasarana Pasar Horas dan Pasar Dwikora. Ia menambahkan, bagaimana Siantar kondusif sehingga setiap orang yang berada di Kota Pematangsiantar khususnya di kawasan perdagangan tidak resah.

Satu rencana dalam program Asner Silalahi ke depannya adalah mengembangkan UMKM sehingga banyak tenaga kerja tertampung.

"Yang penting di Kota Pematangsiantar, 30 persen (penduduk) usia angkatan kerja, tidak terserap produktif. Ini tantangan di Kota Pematangsiantar," jelasnya dengan menambahkan bahwa salah.

Tren sekarang ini adalah industri kreatif. Asner dan lainnya melihat masa depan Pematangsiantar yang berpotensi untuk menjadi wisata kuliner. Diperlukan adalah bagaimana menghasilkan jenis makanan, jika sekarang ada roti ganda, roti ketawa dan lainnya, maka ke depan diusahakan lahir jenis makanan khas yang baru.

"Kita juga akan membuat wisata unggulan, yaitu keragaman budaya. Contohnya adalah Bali. Tari budayanya bisa dijual dan menarik bagi wisatawan," jelasnya dengan menambahkan bahwa Siantar memiliki ragam budaya dan sangat potensi menarik wisatawan.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved