Breaking News:

News Video

Edy Rahmayadi Imbau Warga Sumut tak Jual dan Konsumsi Tuak, Diajak Beralih Produksi Gula Aren

Berkaitan dengan keberadaan minuman tradisional tuak , Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat tidak lagi mengkonsumsinya

TRIBUN-MEDAN.COMRUU Larangan Minuman Beralkohol bukan hal baru di Indonesia, namun RUU ini kembali masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas 2020 di DPR RI.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku mendukung RUU tersebut ditetapkan menjadi Undang-undang.

Mantan Paskostrad itu menilai bahwa segala bentuk jenis minuman beralkohol bisa menimbulkan dampak negatif bagi setiap orang yang mengkonsumsinya.

"Udah pasti. Mabuk itu kan nggak boleh itu. mabuk itu kan diawali dengan minum minuman beralkohol," kata Edy, di Rumah Dinas usai Salat Zuhur, Senin (16/11/2020).

Video Edy mendukung RUU Larangan Minuman Beralkohol:

Baca juga: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tegaskan Masih Larang Membuka Bioskop

Baca juga: EDY RAHMAYADI Janji Sujud Syukur Bila RUU Larangan Minuman Beralkohol Disahkan Pemerintah

Bahkan Edy menyatakan akan melakukan sujud syukur, apabila akhirnya RUU itu disahkan menjadi Undang-undang oleh pemerintah.

"Jadi, itu ditiadakan, alhamdulillah. Sujud saya benar itu," ucapnya.

Selain berdampak negatif, Edy menjelaskan bahwa tidak ada satu pun agama di dunia ini yang memperbolehkan umatnya untuk mengkonsumsi minuman beralkohol.

"Judi, minum, agama apapun pasti melarang," sebutnya.

Petani mengumpulkan nira hasil sadapan yang diracik menjadi tuak
Petani mengumpulkan nira hasil sadapan yang diracik menjadi tuak (sihotanghita.blogspot.com)

Tak hanya itu, ia pun menampik apabila ada yang menyatakan bahwa meminum minumam beralkohol merupakan tradisi masyarakat atau suku yang ada di Sumut.

Halaman
123
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved