Breaking News:

Masih Ingat Sopir Angkot Seret Anggota Polantas di Siantar? Pekan Depan Masuk Persidangan

Pantun Aritonang, sopir Angkot Koperasi Beringin, menolak mematuhi anjuran polantas yang saat itu bertugas, bernama Bripka Panal Simarmata.

TRIBUN MEDAN/HO
TANGKAPAN layar oknum Polantas naik ke bemper angkutan umum di Jalan Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Peristiwa seorang sopir Angkutan Kota (angkot) yang membahayakan petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Jalan Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar kini naik ke meja hijau.

Sopir Pantun Aritonang pun bakal menjadi pesakitan pada sidang yang direncanakan berlangsung Selasa (24/11/2020) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. 

Perkembangan kasus ini dijelaskan Humas Pengadilan Negeri Pematangsiantar Siantar Rahmat Hasibuan, Senin (16/11/2020) siang.

Ia menjelaskan perkaranya dilimpahkan Kejaksaan Negeri Pematangsiantar pada 12 November 2020 kemarin.

"Setelah saya cek, benar. Minggu depan sidangnya. Ketua majelis hakimnya Ibu Irma Nasution dan perkara ini dilimpahkan tanggal 12 November 2020 kemarin," ujar Rahmat.

Sesuai Jadwal, sidang perdana agenda dakwaan akan berlangsung di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Pematangsiantar, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lynce Jernih Margaretha.

Perkara ini masuk dalam klarifikasi pemerasan dan pengancaman.

Dalam video amatir tangkapan warga, memperlihatkan Pantun Aritonang, sopir Angkot Koperasi Beringin, menolak mematuhi anjuran polantas yang saat itu bertugas, bernama Bripka Panal Simarmata. Peristiwa itu terjadi Senin (14/9/2020) sekira pukul 11.00 WIB.  

Baca juga: Terlambat Datang ke TKP, Polantas Ini Langsung Peluk TNI Usai Dihajar Anggota Klub Moge yang Ngamuk

Saat itu mobil angkutan Koperasi Beringin dengan plat BK 1171 TZ nomor dinding 054 yang dikemudikan Pantun diberhentikan oleh korban Panal Simarmata, yang merupakan polantas dari Polres Pematangsiantar.

Pantun merasa kesal akibat diberhentikan, lalu bertanya mengapa mobilnya diberhentikan.

”Aku baru keluar dari penjara, makannya dipenjara, buka baju mu main kita!”, ujar Pantun yang merasa kesal dan memundurkan angkotnya, kemudian memajukan mobil ke arah Panal.

Menghindari dorongan, Panal pun menaiki bemper depan mobil, di mana pada saat bersamaan warga sekitar teriak-teriak meminta Pantun berhenti.

Kini atas perbuatannya, Pantun diancam pidana dalam Primer Pasal  335 Ayat (1) KUHPidana dan Subsidair Pasal 212 KUHPidana.(alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved