Breaking News:

Tekan Angka Penyebaran Covid-19, Kecamatan Medan Johor Gencar Lakukan Upaya Preventif

Kecamatan Medan Johor gencar melakukan upaya preventif guna menekan angka penyebaran Covid-19 dengan sosialisasi, penyuluhan dan razia masker.

Dok. Humas Pemkot Medan
Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 27 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Posko Gugus Tugas Covid-19 Gedung Serba Guna Dharma Wanita, Jalan Rotan Medan, Senin (16/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kecamatan Medan Johor gencar melakukan berbagai upaya preventif guna menekan angka penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama unsur terkait menggelar sosialisasi, penyuluhan, dan razia masker di lokasi yang berpotensi adanya keramaian.

"Koordinasi dengan unsur muspika juga dilakukan mengingat kecamatan Medan Johor berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang agar penanganan berjalan efektif," kata Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi.

Hal itu Zulfakhri  sampaikan dalam Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 27 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Posko Gugus Tugas Covid-19 Gedung Serba Guna Dharma Wanita, Jalan Rotan Medan, Senin (16/11/2020).

Zulfakhri menjelaskan, agar penanganan berjalan semakin optimal, pihaknya juga memiliki relawan Covid-19 yang bertugas untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan Covid-19 ke rumah-rumah warga.

"Relawan yang merupakan warga ini tersebar di 6 kelurahan se-Kecamatan Medan Johor," kata Zulfakhri seperti dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Zulfakhri mengungkapkan, setiap hari Senin dan Jumat, mereka bertugas mendatangi rumah warga untuk melakukan penyuluhan dan edukasi.

Sebagai informasi, relawan ini umumnya adalah para kaum ibu. 

Dalam sosialisasi tersebut, Zulfakhri juga menuturkan, hingga saat ini, Medan Johor masih menjadi salah satu kecamatan dengan angka kasus cukup besar di Kota Medan.

Hal itu dikarenakan adanya warga yang tercatat memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Medan Johor namun tidak tinggal di sana.

"Bisa jadi saat warga melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan menggunakan KTP, otomatis yang tercatat Kecamatan Medan Johor dan itu yang mengakibatkan grafik angka kasus Medan Johor mengalami kenaikan," jelasnya.

Oleh karenanya, Zulfakhri berpesan dan mengajak semua pihak untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan mematuhi memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) dalam setiap aktifitas.

"Terlebih karena semua pihak merupakan garda terdepan mencegah dan memutus mata rantai penyebarannya," pesannya mengingatkan.

Senada dengan Zulfakhri, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan Jojor Simamora mengungkapkan, hal utama yang harus dilakukan masyarakat adalah mematuhi protokol kesehatan.

"Jika hal tersebut dipatuhi, niscaya kasus Covid-19 dapat segera berakhir di Indonesia khususnya Kota Medan," ujar Jojor Simamora.

Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved