21 Hari Jelang Pilkada Kota Medan
Bobby Nasution Bicara Mengenai Pentingnya Data dan Digitalisasi di Pemerintahan Kota Medan
Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution tampil di acara Ngopi Sore Tribun Medan yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Harian Tribun Medan Syarief Dayan
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Untuk menuju Kota Medan yang maju, tentunya pembangunan harus tepat sasaran.
Untuk pembangunan yang tepat sasaran itu diperlukan data yang akurat.
Hal ini disampaikan Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution saat tampil di acara Ngopi Sore Tribun Medan yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Harian Tribun Medan Syarief Dayan, Rabu (18/11/2020).
Bobby bercerita, selama ia blusukan ke masyarakat di masa pandemi ini, dia sering mendengar keluhan warga terkait bantuan selama pandemi Covid-19.
Ia melihat sendiri bagaimana banyaknya warga ekonomi menengah ke bawah masih membutuhkan bantuan karena tidak tepat sasaran.
“Kadang-kadang mau diberikan bantuan, mohon maaf, misalnya ada 100 orang yang perlu diberikan bantuan, tetapi yang dapat Cuma 30 atau 40 orang. Dan yang dapat itu, kesannya kepling membagi-bagikan kepada orang-orang terdekatnya. Padahal karena memang datanya enggak ada,” ujarnya.
Ia pun menyebut, data itu penting untuk pembangunan yang tepat sasaran.
“Saya pernah diskusi dengan senior dan ahli-ahli, mereka nanya, data diri ini sebenarnya penting untuk siapa? Untuk kita sebagai masyarakat atau pemerintah? Ya saya bilang untuk kita, tetapi salah, untuk masyarakat. Jadi artinya, pendataan ini sangat penting bagi pemerintah untuk menjalankan program kerjanya dan kebijakannya,” jelasnya.
Dari data itu, kata Bobby, akan diketahui permasalahan Kota Medan. Misalnya permasalahan ekonomi, jika dibutuhkan bantuan, maka pemerintah akan tahu jenis bantuan apa yang diperlukan.
“Kalau tidak ada datanya, pemerintah bingung dong buat kebijakan. Pendataan ini sangat penting. Makanya di program kita ada Medan Satu Data. Itu penting sekali,” ucapnya.
Ia menargetkan, urusan-urusan administrasi di masyarakat harus dimudahkan. Karena itu penting pula pelayanan di Pemko Medan didigitalisasi.
“Masyarakat ini sebenarnya mau, asal dimudahkan. Mereka datang ke kelurahan, jangan diribet-ribetin dengan bawa-bawa surat, setelah dari kelurahan bawa-bawa surat lagi ke kecamatan. Habis itu bawa lagi ke dinas terkait, capek,” katanya.
Pentingnya digitalisasi ini sangat terasa di masa pandemi seperti ini. Bobby mengatakan, masa pandemi juga menjadikan pelajaran bagi semua kalangan, apalagi di Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, maka harus melek digital. Termasuk sistem.
“Kemarin kita juga sempat suarakan bagaimana pemerintah Kota Medan harus melek digital. Digital ini bukan hanya sebatas website. Memang hari ini Pemko Medan sudah ada website, tetapi bukan sekecil itu,” katanya.
Sistem yang dimaksud Bobby adalah mencakup semua hal. Suami Kahiyang Ayu ini mengatakan, bukan hanya website, namun pelayanan masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan juga harus sudah digital.
Menurutnya, yang paling penting adalah di Pemko Medan pelayanannya harus sudah digital. Tentunya ini akan membantu masyarakat.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bobby-nasution-dan-pemred-tribun-medan-syarif-dayan.jpg)