Breaking News:

21 Hari Jelang Pilkada Kota Medan

Cerita Bobby Nasution Blusukan di Tengah Pandemi, Dari Curhat Soal Parit Hingga Masalah Pribadi

Bobby bercerita, mereka bisa bertemu masyarakat secara langsung dan mendengarkan apa masalah yang ada di lingkungan tersebut.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan / Agus Khaidir
BOBBY Nasution dan Pemred Tribun Medan Syarif Dayan dalam acara Ngopi Sore Tribun Medan, Rabu (17/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN – Adanya keterbatasan kampanye di saat pandemi ini justru dijadikan kesempatan untuk bertemu masyarakat secara langsung dari satu titik ke titik lain.

Hal ini diungkapkan Calon Wali Kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution saat tampil di program Ngopi Sore Tribun Medan, Rabu (18/11/2020).

Bobby mengatakan, pandemi membuat tidak diperbolehkan berkampanye di satu titik dan mengumpulkan ratusan orang. Karena itu, ia mengatakan kesempatan ini digunakan untuk menemui masyarakat secara berpindah-pindah.

“Ada plus-minusnya. Plusnya, dalam arti, kalau memang niatnya gak mau turun ke lapangan, maka mau gak mau harus turun. Tapi kalau niatnya memang mau turun ke lapangan ya, ini memang menjadi satu kesempatan besar. Karena kita tidak diperbolehkan dalam satu titik itu mengumpulkan berapa ratus orang. Kita harus datang ke lingkungan-lingkungan dan itu lebih asik,” ujarnya kepada pemandu acara Ngopi Sore Syarief Dayan.

Bobby bercerita, mereka bisa bertemu masyarakat secara langsung dan mendengarkan apa masalah yang ada di lingkungan tersebut.

Misalnya saja parit atau TPS yang tidak pernah dibersihkan, hingga ke masalah-masalah pribadi masyarakat.
Berbicara mengenai curhatan masyarakat, suami Kahiyang Ayu ini mengatakan, banyak masyarakat yang mengadukan mengenai ekonomi di saat pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: BREAKING NEWS Bobby Nasution Blak-blakan Ungkap Alasan Ikut Pilkada di Ngopi Sore Tribun Medan

“Dan yang paling masif saya temukan di masyarakat itu bagaimana masyarakat kelas menengah ke bawah memang memerlukan bantuan langsung. Banyak sekali yang belum menerima manfaat bantuan, belum tepat sasaran. Hal inilah yang sangat-sangat perlu digagas,” katanya.

“Makanya tadi saya bilang, digital itu bukan hanya seperti itu. Kalau kita bilang niat baik pemerintah Kota Medan sebenarnya sudah ada. Di masa pandemi ini masyarakat Kota Medan juga menerima tiga manfaat bantuan. Semasa Covid, bantuan dari pemerintah pusat ada, dari pemerintah provinsi ada. Dari pemerintah kota ada. Tapi memang masalahnya bukan gak mau dilakukan, tapi gak bisa. Karena datanya gak ada,” ujar Bobby.

Untuk itu, ia menyebut pentingnya digitalisasi dalam pemerintahan ke depannya.(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved