Breaking News:

Banjir Bandang di Bukit Lawang

Kesaksian Korban Banjir Bandang, Darlina: Kami Tak Berdaya, Ini Pesan dan Kuasa Tuhan

Banjir bandang yang melanda Sungai Landak di kawasan wisata Bukit Lawang, Bahorok, Kabupaten Langkat, menyapu sejumlah bangunan rumah dan warung warga

Tribun-Medan.com/Dedy Kurniawan
Darlina beru Perangin-angin, menceritakan detik-detik terjadinya banjir bandang di kawasan wisata Sungai Landak River, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Rabu (18/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Banjir bandang yang melanda Sungai Landak di kawasan wisata Bukit Lawang, Bahorok, Kabupaten Langkat, menyapu sejumlah bangunan rumah dan warung warga di Desa Timbang Lawan.

Darlina beru Perangin-angin, salah satu korban mengisahkan tidak sempat menyelamatkan barang-barang, Rabu (18/1/2020).

"Jam 10 malam udah sudah mulai naik, aku sama bapak berusaha ikat-ikat barang yang mau diselamatkan. Tapi cepat kali air naik sampai sedada orang dewasa. Itu lah kami terus naik ke atas menyelamatkan diri. Kami lihat air sudah rata, bangunan kami hanyut semua," ujarnya dengan nada lirih.

Saat detik-detik banjir bandang cuaca sangat ekstrem. Kilat dan petir terus menggelar, sedangkan banjir bandang terus mengalir deras membawa potongan kayu dan tanah berlumpur padat.

"Kami gak berdaya pas kejadian. Di langit pun petir dan kilat sambar menyambar, hujannya lebat sekali gak berhenti-berhenti. Balok-balok mungkin dari Gunung Leuser dan tanah-tanah itu habis menyapu bangunan kami. Kami gak berdaya hanya bisa lihat dari atas," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS, Destinasi Wisata Internasional di Bukit Lawang Langkat Diterjang Banjir Bandang

Baca juga: BANJIR BANDANG Terjang Sungai Landak River Bukit Lawang, Sampah Kayu Berserak, Rumah Porak-Poranda

Bencana kali ini merupakan yang paling parah dibandingkan banjir tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya hanya banjir biasa, di mana volume air meluap ke permukaan setiap musim hujan deras.

"Ini yang paling parah, gak pernah sebelumnya, keruh kali airnya. Biasa banjir kalau malam, pagi sudah jernih lagi airnya, yang ini lihatlah gak jernih-jernih lagi airnya. Mungkin ada yang longsor parah di atas hutan sana," ungkapnya.

Saat kejadian Landak River yang merupakan destinasi kemping dikunjungi sejumlah wisatawan lokal.

Namun semuanya selamat setelah diberi aba-aba dan diarahkan pengelola untuk mencari dataran yang lebih tinggi.

"Ada yang kemping juga pas kejadian. Pas air naim langsung kami arahkan ke atas. Semua selamat," ungkap Darlina.

Saat ditanya terkait penyebab banjir bandang, Darlina mengaku bahwa kejadian ini bukan karena pembalakan hutam secara ilegal. Tapi karena kuasa Tuhan yang ingin memberi pesan kepada warga Landak River.

"Kami yakin bukan karena penebangan liar. Ini sudah kuasa Tuhan yang menyampaikan pesan untuk kami warga Landak River ini," pungkasnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved